Konten dari Pengguna

Apakah Ikan Bisa Merasa Haus? Begini Cara Ikan Memenuhi Kebutuhan Cairannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apakah ikan bisa merasa haus. Foto: Unsplash.com/Sebastian Pena Lambarri
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apakah ikan bisa merasa haus. Foto: Unsplash.com/Sebastian Pena Lambarri

Pertanyaan apakah ikan bisa merasa haus cukup menarik karena ikan hidup dan bergerak di lingkungan yang dipenuhi air.

Kondisi tersebut tidak berarti semua ikan mendapatkan cairan dengan cara yang sama.

Jenis habitat serta kadar garam di dalam air turut menentukan mekanisme tubuh ikan dalam mengatur cairan.

Apakah Ikan Bisa Merasa Haus Padahal Hidup di Air?

Ilustrasi Apakah ikan bisa merasa haus. Foto: Unsplash.com/Pascal van de Vendel

Apakah ikan bisa merasa haus? Jawabannya adalah iya, terutama pada ikan laut yang perlu minum untuk mengganti air yang terus hilang dari tubuh. Namun, rasa haus dan cara ikan memenuhi kebutuhan cairannya tidak sepenuhnya sama seperti manusia.

Dikutip dari livescience.com, ikan laut hidup di lingkungan dengan kadar garam lebih tinggi dibandingkan cairan tubuhnya.

Perbedaan tersebut membuat air dari dalam tubuh cenderung keluar melalui proses osmosis, yaitu perpindahan air melewati membran dari bagian dengan kadar zat terlarut lebih rendah menuju bagian yang lebih tinggi.

Kehilangan air membuat ikan laut perlu memasukkan cairan dari lingkungan. Ikan laut melakukannya dengan minum air melalui mulut, kemudian tubuh menyerap air yang dibutuhkan sambil mengatur jumlah garam yang ikut masuk.

Kelebihan garam tidak dibiarkan menumpuk di dalam tubuh. Ikan laut memiliki sel khusus pada insang yang disebut sel klorida untuk membantu mengeluarkan garam secara aktif.

Mekanisme tersebut membutuhkan energi karena garam harus dipompa keluar dari tubuh.

Pengaturan urine juga membantu ikan laut mempertahankan cairan. Ikan laut cenderung mengeluarkan urine dalam jumlah sedikit dengan kadar garam yang tinggi sehingga air yang terbuang dapat ditekan.

Kondisi ikan air tawar justru berlawanan. Air di lingkungan sekitar memiliki kadar garam lebih rendah daripada cairan tubuh, sehingga air secara alami masuk melalui osmosis.

Karena itu, ikan air tawar tidak perlu minum secara sengaja untuk memenuhi kebutuhan cairannya.

Air yang terus masuk ke tubuh ikan air tawar harus segera dikeluarkan agar keseimbangan garam tidak terganggu.

Ikan tersebut menghasilkan urine dalam jumlah lebih banyak dan lebih encer, sementara sel klorida membantu mengambil garam dari lingkungan untuk mempertahankan kadar mineral dalam tubuh.

Ada pula ikan dengan mekanisme pengaturan cairan yang berbeda, seperti hiu.

Tubuh hiu menyimpan urea dalam konsentrasi tinggi sehingga keseimbangan cairan tubuhnya dapat lebih mendekati kondisi air laut. Kelebihan garam tetap perlu dikeluarkan melalui mekanisme khusus.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan minum ikan sangat dipengaruhi kondisi habitat. Ikan laut perlu minum untuk mengganti air yang hilang, sedangkan ikan air tawar memperoleh air terutama melalui osmosis dan tidak perlu minum secara sengaja.

Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan Apakah ikan bisa merasa haus adalah iya, tetapi mekanisme kebutuhan cairannya berbeda antara ikan laut dan ikan air tawar.

Keduanya sama-sama menjaga keseimbangan air dan garam melalui proses biologis yang sesuai dengan lingkungan hidupnya. (Suc)

Baca Juga: Apakah Benar Bintang yang Kita Lihat Mungkin Sudah Tidak Ada? Simak Faktanya