Apakah Kelelawar Bisa Melihat? Ternyata Begini Cara Mereka Menemukan Arah
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah kelelawar bisa melihat menjadi hal menarik untuk dibahas karena hewan ini dikenal memiliki kebiasaan beraktivitas setelah matahari terbenam.
Kelelawar kerap dikaitkan dengan suasana gelap dan berbagai cerita yang menggambarkan hewan tersebut sebagai makhluk misterius.
Di balik anggapan tersebut, kelelawar memiliki sejumlah kemampuan unik yang berkaitan dengan cara beraktivitas dan mengenali lingkungan di sekitarnya.
Apakah Kelelawar Bisa Melihat dalam Suasana Gelap?
Apakah kelelawar bisa melihat? Ya, kelelawar dapat melihat dan tidak sepenuhnya buta seperti anggapan yang sering beredar. Penglihatan tetap memiliki fungsi dalam membantu kelelawar mengenali lingkungan.
Kemampuan penglihatan kelelawar juga berkaitan dengan struktur mata. Sebagai hewan yang aktif pada malam hari, mata kelelawar memiliki banyak sel batang atau rod yang peka terhadap cahaya.
Sel tersebut membantu penglihatan dalam kondisi cahaya rendah. Pada beberapa spesies, penglihatan bahkan dapat digunakan untuk mengenali gerakan dan membantu menentukan waktu keluar dari tempat istirahat.
Seperti yang dijelaskan rri.co.id, sebagian besar kelelawar memanfaatkan ekolokasi untuk bernavigasi dan mencari makanan. Sistem ini bekerja dengan menghasilkan suara berfrekuensi tinggi yang kemudian memantul ketika mengenai objek di sekitar.
Gema yang kembali diterima melalui pendengaran memberikan informasi mengenai keberadaan benda, sehingga kelelawar dapat menyesuaikan arah terbang.
Kemampuan tersebut sangat berguna ketika kelelawar berburu pada malam hari. Dalam kondisi gelap, penglihatan tidak selalu cukup untuk mendeteksi serangga yang bergerak cepat.
Ekolokasi memberikan informasi tambahan mengenai posisi dan jarak mangsa. Ekolokasi dapat lebih efektif daripada penglihatan dalam mendeteksi mangsa pada kondisi redup atau gelap.
Penggunaan ekolokasi juga tidak berlaku dengan cara yang sama pada seluruh jenis kelelawar. Sebagian besar spesies menggunakan kemampuan tersebut, terutama kelelawar pemakan serangga.
Kelelawar buah atau flying fox dalam keluarga Pteropodidae dikenal tidak memiliki kemampuan ekolokasi seperti yang digunakan oleh banyak kelelawar lainnya.
Kelompok ini justru memiliki mata yang berkembang baik dan mengandalkan penglihatan serta indra lain untuk mendukung aktivitasnya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa cara kelelawar menemukan arah tidak hanya bergantung pada satu kemampuan. Penglihatan, pendengaran, dan ekolokasi dapat memiliki peran berbeda sesuai dengan spesies dan lingkungan.
Pada kelelawar yang aktif di tempat sangat gelap, ekolokasi menjadi kemampuan penting untuk menghindari rintangan sekaligus menemukan makanan.
Apakah kelelawar bisa melihat? Jawabannya adalah bisa. Kelelawar tidak buta dan tetap menggunakan mata untuk memperoleh informasi visual.
Banyak spesies juga mengandalkan ekolokasi untuk menemukan arah, mendeteksi rintangan, serta mencari mangsa dalam kondisi gelap.
Kemampuan tersebut membuat kelelawar dapat beraktivitas pada malam hari dengan memanfaatkan kombinasi penglihatan dan sistem sensorik yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya. (KIKI)
Baca juga: Kenapa Burung Menggoyangkan Kepala? Temukan Jawabannya di Sini