Arti Stakeholder adalah Apa dalam Organisasi? Ini Penjelasan dan Contohnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti stakeholder adalah individu, kelompok, atau organisasi lain yang memiliki kepentingan terhadap aktivitas suatu organisasi dan dunia bisnis. Stakeholder tidak selalu memiliki perusahaan atau organisasi.
Kepentingan stakeholder dapat dipengaruhi oleh keputusan dan kegiatan yang dilakukan organisasi. Sebaliknya, stakeholder dapat memengaruhi keputusan yang dibuat oleh organisasi.
Arti Stakeholder adalah Individu atau Kelompok yang Berkepentingan di Organisasi
Arti stakeholder adalah apa dalam organisasi? Dalam organisasi, stakeholder penting diperhatikan karena setiap kelompok dapat memiliki kepentingan dan harapan yang berbeda.
Organisasi harus mempertimbangkan berbagai kepentingan tersebut agar kegiatan yang dijalankan dapat memberikan manfaat dan mengurangi potensi konflik.
Stakeholder dapat dibedakan menjadi internal dan eksternal. Stakeholder internal bekerja di dalam organisasi, baik dalam mengambil keputusan maupun menjalankannya. Contohnya adalah pemilik bisnis, manajer, dan karyawan.
Sementara itu, stakeholder eksternal tidak bekerja di dalam organisasi namun bisa terkena dampak dari aktivitas organisasi. Contohnya pelanggan, pemasok, masyarakat lokal, kelompok kepentingan, dan pemerintah.
Dikutip dari www.bbc.co.uk, ada beberapa kelompok dalam organisasi yang termasuk stakeholder utama, yaitu:
Pemegang saham dan pemilik yang berkepentingan terhadap tujuan, strategi, keberhasilan, dan keuntungan organisasi.
Manajer yang bertugas menerapkan keputusan pemilik dan mengawasi pekerjaan.
Karyawan yang menjalankan kegiatan operasional sehari-hari.
Pelanggan, yaitu pihak yang membeli produk atau menggunakan jasa.
Pemasok sebagai pihak yang menyediakan barang atau jasa bagi organisasi.
Masyarakat sekitar yang merasakan dampak keberadaan organisasi di lingkungannya.
Kelompok kepentingan (pressure groups), kelompok yang memiliki kepentingan tertentu terkait aktivitas organisasi, misalnya kelompok lingkungan.
Pemerintah yang berkepentingan terhadap kegiatan organisasi, termasuk pembayaran pajak dan penciptaan lapangan kerja.
Stakeholder tidak sama dengan shareholder. Shareholder merupakan pihak yang memiliki saham sehingga mempunyai kepemilikan atas sebagian perusahaan.
Sementara stakeholder adalah pihak yang berkepentingan terhadap organisasi, namun tidak harus memiliki saham atau kepemilikan.
Setiap stakeholder memiliki tujuan yang berbeda. Pemilik menginginkan keuntungan, karyawan mengharapkan gaji dan keamanan kerja, pelanggan menginginkan produk berkualitas dengan harga wajar.
Sedangkan masyarakat dapat mengharapkan lapangan pekerjaan sekaligus lingkungan yang tetap nyaman.
Karena kepentingannya berbeda, keputusan organisasi terkadang menimbulkan konflik kepentingan.
Oleh karena itu, organisasi harus mempertimbangkan dan menyeimbangkan kepentingan berbagai stakeholder untuk menentukan kebijakan atau menjalankan suatu kegiatan.
Dengan begitu, bisa dipahami arti stakeholder adalah pemegang kepentingan yang berbeda-beda dalam organisasi. Sehingga, keputusan organisasi harus dilakukan demi kepentingan bersama. (Aya).
Baca juga: Sortir Barang adalah Tahap Penting dalam Pengiriman, Ini Penjelasannya