Konten dari Pengguna

Asal Usul Karapan Sapi Menurut Budaya Madura

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi asal usul Karapan Sapi.Foto: Yusuf Hasan / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi asal usul Karapan Sapi.Foto: Yusuf Hasan / Unsplash

Banyak orang yang ingin mengetahui asal usul karapan sapi sebab karapan sapi bukan hanya menjadi perlombaan saja melainkan juga bagian dari identitas budaya Madura.

Karapan Sapi adalah tradisi khas Madura turun temurun dan terus berkembang sampai sekarang.

Asal Usul Karapan Sapi, Tradisi Khas di Masyarakat Madura

Ilustrasi asal usul Karapan Sapi.Foto: jone lam / Unsplash

Selain menjadi hiburan serta tontonan bagi masyarakat, tradisi ini juga mengandung nilai-nilai kebersamaan dan sejarah. Berikut penjelasan mengenai asal usul karapan sapi:

1. Arti Nama Karapan Sapi

Berdasarkan buku Kajian Etnosains pada Kearifan Lokal Madura sebagai Sumber Belajar IPA, Mochammad Yasir, (2023: 43), pada perlombaan karapan sapi, sepasang sapi menarik semacam kereta.

Kemudian dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan-pasangan sapi lain.

Asal usul nama karapan memiliki dua versi. Versi pertama mengatakan bahwa istilah karapan berasal dari kata "kerap" atau kirap.

Kirap artinya berangkat dan dilepas secara bersama-sama atau berbondong-bondong.

Sedangkan, versi yang lain menyebutkan bahwa kata karapan berasal dari bahasa Arab kirabah yang berarti persahabatan.

2. Macam-Macam Karapan Sapi

Beberape jenis dari karapan sapi di antaranya adalah kerap keni (kerapan kecil), dalam jenis ini jarak yang ditempuh hanya 110 meter dan diikuti oleh sapi kecil yang belum terlatih.

Selain itu ada kerap raja (kerapan besar), kerap onjangan, kerap karesidenen, dan kerap jar-jaran.

3. Pihak yang Terlibat pada Karapan Sapi

Pihak yang terlibat dalam Karapan Sapi terdiri atas pemilik sapi pacuan, tukang tongko, tukang tambeng, tukang gettak, tukang tonja, dan tukang gubra.

Masing-masing memiliki peran berbeda untuk mendukung kelancaran serta keberhasilan jalannya perlombaan.

4. Nilai Sosial dari Karapan Sapi

Nilai sosial dalam tradisi Karapan Sapi berfungsi sebagai pengendali perilaku masyarakat melalui norma yang disepakati bersama.

Nilai tersebut mendorong setiap peserta menjunjung kejujuran, karena segala bentuk kecurangan dianggap sebagai perbuatan yang memalukan dan mencoreng kehormatan pelakunya.

5. Adanya Atraksi Budaya

Karapan Sapi tidak hanya menyajikan perlombaan, tetapi juga menghadirkan kemeriahan melalui berbagai atraksi budaya.

Tarian tradisional, iringan musik, dan tabuhan gamelan menjadi bagian penting yang menciptakan suasana meriah sekaligus membangkitkan semangat sapi sebelum berpacu.

Itulah asal usul karapan sapi menurut budaya yang berkembang di daerah Madura.

Tradisi tersebut terus ada dan berkembang serta menjadi salah satu bukti bahwa budaya lokal mampu mempertahankan eksistensinya tanpa kehilangan jati diri dan identitas. (NOV)

Baca juga: Sejarah Rawon, Hidangan Tradisional yang Menjadi Kebanggaan Jawa Timur