Asal Usul La Moelu, Cerita Rakyat Sulawesi Tenggara
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seperti halnya daerah-daerah lain, Sulawesi Tenggara juga memiliki cerita rakyat yang menarik, salah satunya adalah asal usul La Moelu.
Cerita rakyat ini tentang anak laki-laki bernama La Moelu. Ia telah ditinggal ibunya, sehingga harus merawat ayahnya yang sangat tua dan tidak lagi sanggup mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari.
Asal Usul La Moelu, Berbuat Baik Kepada Semua Makhluk Hidup Tanpa Pamrih
Mengutip buku Koleksi Terbaik Cerita Rakyat Nusantara 34 Provinsi, Gamal Komandoko (2017:360), asal usul La Moelu berawal dari seorang anak bernama La Moelu yang hanya tinggal bersama sang ayah karena ibunya telah meninggal.
Mengingat ayahnya sudah tua dan sudah tidak sanggup lagi mencari uang, La Moelu setiap harinya harus mencari ikan untuk menyambung hidup.
Suatu hari, ia menemukan ikan kecil cantik yang kemudian dibawanya pulang untuk dipelihara. Sesampainya di rumah, La Moelu menunjukkan ikan tersebut kepada ayahnya.
Atas saran sang ayah, ia memasukkan ikan kecil yang diberi nama Jinnande Teremombonga itu ke dalam belanga.
Tidak disangka-sangka, ikan yang awalnya berukuran kecil, dalam semalam sudah bertumbuh sebesar belanga. Karena ukurannya sudah terlalu besar, dipindahlah ke lesung agar bisa berenang dengan bebas.
Keesokan harinya, La Moelu dikejutkan lagi dengan pertumbuhan ikannya yang sudah sebesar lesung.
Mengingat sudah tidak ada tempat yang lebih besar lagi untuk memeliharanya, sang ayah menyarankan untuk melepas ikan itu ke laut.
Sesaat sebelum melepaskannya ke laut, La Moelu berkata kepada ikan kesayangannya bahwa jika namanya dipanggil, maka harus muncul ke permukaan untuk diberi makan.
Hari demi haripun berlalu, La Moelu secara rutin pergi ke laut untuk memberi makan ikannya, Jinnande Teremombonga. Sampai suatu ketika, ada tujuh pemuda yang mengetahui pertemuan keduanya.
Mereka meniru cara La Moelu memanggil Jinnade kemudian menangkapnya untuk dipotong-potong dan dijadikan santapan.
La Moelu yang tidak mengetahui ikan kesayangannya telah ditangkap, tetap datang seperti biasa untuk memberinya makan. Namun, ia dibuat kebingungan karena Terombongan tidak juga muncul.
Setelah mencari ke sana kemari, ia mendengar kabar jika ikannya telah ditangkap dan disembelih. Merasa sangat sedih, ia langsung mendatangi salah satu rumah orang yang menangkap ikannya.
Dilihatnya tulang belulang ikan dibuang di sekitar rumahnya. La Moelu pun memunguti tulang belulang itu dan membawanya ke rumah miliknya untuk dikubur di halaman belakang.
Kejadian ajaib kembali muncul ketika La Moelu mendapati tempat untuk mengubur tulang belulang Terombongan sudah ditumbuhi pohon berbatang emas, berdaun perak, dan berbuah berlian.
Berkat tersebut, keluarga La Moelu akhirnya memiliki rumah yang layak dan tidak perlu terlalu bekerja keras untuk mendapatkan uang.
Berdasarkan cerita rakyat tentang asal usul La Moelu, bisa diambil pelajaran bahwa kita sudah sepatutnya berbuat baik kepada semua makhluk Tuhan, termasuk ikan. (NOV)
Baca juga: Legenda I La Galigo dari Kerajaan Luwu Sulawesi Selatan