Asal Usul Reog Ponorogo yang Perlu Diketahui
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di balik kemegahan pertunjukannya, banyak orang penasaran dengan asal usul Reog Ponorogo.
Dari mana kesenian ini bermula, bagaimana kisah yang melatarbelakangi kemunculannya, serta mengapa Reog mampu menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Ponorogo merupakan pertanyaan yang terus menarik untuk ditelusuri.
Beragam cerita telah diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari perjalanan panjang kesenian tersebut.
Fakta Menarik tentang Asal Usul Reog Ponorogo
Asal usul Reog Ponorogo berawal dari kisah Raja Kelana Suwandana yang ingin meminang putri Kerajaan Kediri, Dewi Ragil Kuning atau Putri Sanggalangit.
Menurut informasi dari mediacenter.serdangbedagaikab.go.id, dalam perjalanan menuju Kerajaan Kediri, Raja Kelana dihadang oleh Raja Kediri yang bernama Singabarong.
Raja tersebut datang bersama pasukannya yang terdiri atas singa dan burung merak sehingga pertemuan kedua kerajaan berkembang menjadi sebuah pertarungan.
Peristiwa inilah yang kemudian menjadi bagian penting dalam cerita yang melatarbelakangi lahirnya kesenian Reog Ponorogo.
Sementara itu, Raja Kelana Suwandana tidak melakukan perjalanan seorang diri. Ia didampingi oleh Bujanganom sebagai wakilnya serta para pengawal kerajaan yang dikenal dengan sebutan warok.
Para warok dipercaya memiliki kesaktian berupa ilmu hitam yang mampu mengalahkan lawan. Penampilan mereka identik dengan pakaian serba hitam, sedangkan senjata yang digunakan berupa cemeti dan pecut.
Pertarungan antara kedua kubu berlangsung selama beberapa hari dengan memperlihatkan kesaktian masing-masing. Setelah melalui peperangan yang panjang, Kerajaan Kediri dan Kerajaan Bantarangin akhirnya memilih berdamai.
Perdamaian tersebut kemudian diikuti dengan Raja Bantarangin yang berhasil meminang Dewi Ragil Kuning.
Kisah peperangan antara pasukan singa dan burung merak melawan para warok selanjutnya berkembang menjadi sebuah pertunjukan seni.
Reog Ponorogo dikenal sebagai kesenian yang menceritakan perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Bantarangin.
Hingga kini, Reog Ponorogo modern masih sering dipentaskan dalam berbagai acara, seperti pernikahan, khitanan, dan peringatan hari-hari besar nasional.
Pementasan Reog Ponorogo diawali dengan dua hingga tiga tarian pembuka. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh enam sampai delapan penari pria yang mengenakan pakaian serba hitam dengan riasan wajah berwarna merah.
Penampilan tersebut menggambarkan sosok singa yang pemberani.
Selanjutnya, pertunjukan dilanjutkan dengan tarian yang dibawakan oleh enam hingga delapan penari perempuan yang menaiki kuda. Tarian ini dikenal sebagai tari jaran kepang atau jathilan dan berbeda dengan kesenian tari kuda lumping.
Belakangan ini, Reog Ponorogo kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Hal tersebut dipicu oleh rencana pemerintah Malaysia yang akan mengajukan Reog sebagai kebudayaan negaranya kepada UNESCO. Padahal, sesuai asal usul Reog Ponorogo, merupakan kesenian yang berasal dari Indonesia.
Sebagai salah satu hasil cipta budaya Indonesia, Reog Ponorogo terbentuk dari aliran kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Upacaranya juga memiliki berbagai persyaratan yang tidak mudah dipenuhi oleh masyarakat umum tanpa adanya garis keturunan yang jelas. (DANI)
Baca juga: Asal Usul Putri Sedaro Putih, Cerita Rakyat dari Bengkulu