Asal Usul Soto Lamongan dan Ciri Khasnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hampir di setiap kota besar, warung soto Lamongan mudah ditemukan. Kepopuleran tersebut sering kali membuat banyak orang hanya mengenal soto Lamongan dari rasanya, tanpa mengetahui asal usul soto Lamongan.
Soto Lamongan bukan sekadar semangkuk makanan berkuah hangat yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Di balik taburan koya yang gurih dan aroma kaldu yang khas, tersimpan perjalanan panjang sebuah kuliner daerah yang berhasil menembus batas wilayah.
Asal Usul Soto Lamongan yang Menyimpan Cerita Menarik
Setiap mangkuk soto Lamongan menyimpan cerita yang menarik untuk ditelusuri. Berikut adalah asal usul soto Lamongan beserta ciri khasnya berdasarkan situs web bintangpusnas.perpusnas.go.id.
Soto Lamongan merupakan salah satu kuliner khas Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Daerah ini dikenal luas sebagai "rajanya soto" karena cita rasanya yang khas dan warung sotonya tersebar hampir di seluruh Indonesia.
Sejarah Soto Lamongan berawal dari pengaruh hidangan caudo (jaoto) yang berkembang di komunitas peranakan Tionghoa. Seiring waktu, hidangan tersebut beradaptasi dengan kekayaan rempah Nusantara hingga melahirkan berbagai variasi soto di berbagai daerah.
Pada awal perkembangannya, soto ini dibuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh masyarakat di sekitar rumah. Bahkan, pelengkap seperti kerupuk udang memanfaatkan remahan kerupuk yang lebih terjangkau.
Kepopuleran Soto Lamongan tidak lepas dari tradisi merantau masyarakat Lamongan yang membuka usaha kuliner di berbagai daerah di Indonesia. Dari sanalah Soto Lamongan semakin dikenal dan akhirnya menjadi salah satu ikon kuliner Nusantara.
Soto Lamongan dibuat dari ayam yang direbus hingga menghasilkan kaldu gurih. Bumbu halusnya terdiri atas bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri, jahe, ketumbar, dan merica, kemudian dimasak bersama serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas.
Cara memasak tersebut menghasilkan kuah berwarna kuning yang kaya rempah. Ayam yang telah matang biasanya digoreng sebentar sebelum disuwir, lalu disajikan bersama soun, kol, tauge, telur rebus, seledri, dan bawang goreng.
Ciri khas utama Soto Lamongan terletak pada kuah kaldu ayamnya yang gurih dan penggunaan koya. Koya adalah campuran kerupuk udang dan bawang putih goreng yang dihaluskan.
Kehadiran koya memberikan cita rasa gurih yang lebih kaya sekaligus membuat tekstur kuah menjadi sedikit lebih kental. Tekstur ini menjadi pembeda yang paling mencolok dibandingkan jenis soto lainnya.
Asal usul soto Lamongan mencerminkan kecerdikan masyarakat Lamongan dalam mengolah bahan-bahan sederhana menjadi makanan yang lezat dan bernilai ekonomi. Filosofi hidup hemat, dan kreatif inilah yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi. (Fia)
Baca juga: Legenda Gunung Ciremai yang Menarik untuk Diketahui