Konten dari Pengguna

Awan yang Berada Dekat Permukaan Tanah Disebut Apa? Temukan Jawabannya di Sini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Awan yang Berada Dekat Permukaan Tanah Disebut Apa, Foto:Unsplash/engin akyurt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Awan yang Berada Dekat Permukaan Tanah Disebut Apa, Foto:Unsplash/engin akyurt

Awan yang berada dekat permukaan tanah disebut apa? Pertanyaan tersebut menarik untuk dibahas karena posisi awan terhadap permukaan bumi berkaitan dengan kondisi atmosfer dan proses terbentuknya.

Meskipun sama-sama tersusun dari kumpulan titik air atau kristal es yang sangat kecil, keberadaan awan pada ketinggian berbeda dapat menghasilkan kenampakan yang tidak sama.

Karena itu, memahami istilah yang tepat untuk menyebut awan yang berada sangat dekat dengan permukaan tanah menjadi hal yang penting.

Awan yang Berada Dekat Permukaan Tanah Disebut Apa?

Ilustrasi Awan yang Berada Dekat Permukaan Tanah Disebut Apa, Foto:Unsplash/engin akyurt

Awan yang berada dekat permukaan tanah disebut apa? Fenomena tersebut disebut kabut atau fog, yaitu lapisan awan jenis stratus yang berada di atas atau sangat dekat dengan permukaan tanah.

Karena letaknya sangat rendah, kabut dapat terlihat seperti lapisan putih atau kelabu yang menyelimuti suatu wilayah.

Dikutip dari laman weather.gov, kondisi ini berbeda dari awan yang biasanya tampak berada jauh di atas permukaan bumi. Kabut dapat membuat lingkungan di sekitarnya terlihat berkabut dan memberikan kesan seolah-olah awan turun hingga menyentuh tanah.

Dalam pembahasan mengenai jenis-jenis awan, kabut termasuk fenomena yang berkaitan dengan awan tingkat rendah karena posisinya berada di dekat permukaan.

Kabut merupakan bentuk awan stratus yang berada di permukaan atau sangat dekat dengan tanah. Stratus sendiri merupakan jenis awan yang berkembang secara horizontal serta memiliki bentuk yang relatif seragam dan datar.

Ketika lapisan stratus tersebut berada sangat rendah hingga dekat dengan permukaan tanah, fenomena yang terlihat dikenal sebagai kabut. Oleh sebab itu, istilah fog digunakan untuk menggambarkan lapisan awan yang berada pada posisi tersebut.

Kabut dapat terbentuk melalui beberapa jenis proses. Salah satunya adalah radiation fog. Jenis kabut ini terbentuk pada malam hari, kemudian dapat menghilang pada pagi hari.

Perubahan tersebut membuat radiation fog umumnya hanya bertahan selama kondisi yang mendukung pembentukannya masih berlangsung. Setelah pagi tiba, kabut dapat berangsur-angsur menipis dan menghilang.

Selain radiation fog, terdapat pula advection fog. Jenis kabut ini termasuk bentuk kabut lainnya yang dapat terbentuk di dekat permukaan tanah. Artikel sumber menyebutkan kedua jenis tersebut sebagai contoh kabut, yaitu radiation fog dan advection fog.

Dalam pembagian awan berdasarkan ketinggiannya, awan tingkat rendah berada di bawah sekitar 6.500 kaki. Awan pada tingkat ini biasanya terdiri atas tetesan air cair atau tetesan air yang tetap dalam keadaan cair meskipun suhunya berada di bawah titik beku.

Pada kondisi musim dingin yang sangat dingin dan disertai badai, kristal es serta salju dapat menjadi bagian penting dari awan.

Awan tingkat rendah memiliki dua jenis utama, yaitu stratus dan cumulus. Stratus berkembang secara mendatar, sedangkan cumulus berkembang secara vertikal dengan dasar yang datar dan bagian atas yang membulat.

Dengan demikian, ketika lapisan stratus berada di atas atau sangat dekat dengan permukaan tanah, fenomena tersebut disebut kabut atau fog. (YOLAN)

Baca juga: Asal Usul Teh hingga Menjadi Minuman yang Digemari di Berbagai Negara