Konten dari Pengguna

Bagaimana Cara Menyimpan Makanan agar Tetap Segar Lebih Lama, Sehat dan Hemat

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana cara menyimpan makanan agar tetap segar lebih lama sehat dan hemat,Pexels/Novkov Visuals
zoom-in-whitePerbesar
Bagaimana cara menyimpan makanan agar tetap segar lebih lama sehat dan hemat,Pexels/Novkov Visuals

Penyimpanan yang kurang tepat dapat membuat makanan lebih cepat layu, berbau, dan berubah tekstur. Bagaimana cara menyimpan makanan agar tetap segar lebih lama sehat dan hemat, pertanyaan yang banyak ditanyakan oleh ibu rumah tangga.

Menyimpan makanan dengan cara yang tepat bukan hanya soal membuat bahan makanan terlihat segar lebih lama. Cara penyimpanan yang benar juga dapat membantu menjaga kualitas, rasa, tekstur, serta kandungan nutrisi makanan.

Bagaimana Cara Menyimpan Makanan agar Tetap Segar Lebih Lama Tanpa Berubah Tekstur

Bagaimana cara menyimpan makanan agar tetap segar lebih lama sehat dan hemat,Pexels/Mohamed Olwy

Menyimpan makanan dengan cara yang tepat dapat membuat bahan makanan tetap segar lebih lama. Bagaimana cara menyimpan makanan agar tetap segar? Simak penjelasannya berdasarkan situs web puskesmaskalitanjung.cirebonkota.go.id.

1. Pisahkan Sayur dan Buah

Salah satu hal penting dalam menyimpan bahan makanan adalah memperhatikan jenis dan karakteristiknya. Sayur dan buah sebaiknya tidak selalu disimpan secara bersamaan karena beberapa jenis buah dapat memengaruhi kesegaran sayuran di sekitarnya.

Beberapa buah seperti pisang, apel, dan pepaya menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat proses pematangan. Jika disimpan berdekatan dengan sayuran, gas tersebut dapat membuat sayuran lebih cepat layu.

Buah yang sudah matang juga sebaiknya dipisahkan dari buah yang masih mentah. Hal ini bertujuan agar proses pematangannya tidak berlangsung terlalu cepat.

2. Jangan Mencuci Sebelum Disimpan

Mencuci bahan makanan memang penting untuk menjaga kebersihan sebelum dikonsumsi. Namun, jika belum akan segera digunakan, sayur dan buah sebaiknya tidak dicuci terlebih dahulu sebelum disimpan.

Sisa air pada permukaan bahan makanan dapat meningkatkan kelembapan dan menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur. Sebaiknya, cucilah sayur dan buah menjelang digunakan atau dikonsumsi.

3. Sesuaikan Suhu Penyimpanan

Tidak semua jenis makanan membutuhkan tempat penyimpanan yang sama. Menyesuaikan suhu dengan karakteristik bahan makanan dapat membantu mempertahankan kesegaran, tekstur, dan kualitasnya lebih lama.

Sayuran hijau, wortel, brokoli, dan beberapa jenis buah dapat disimpan di dalam lemari pendingin pada bagian buah dan sayuran. Sebaliknya, beberapa bahan seperti pisang, tomat, dan alpukat yang masih mentah lebih sesuai disimpan pada suhu ruang.

4. Terapkan Prinsip First In, First Out (FIFO)

Bahan makanan yang tersimpan terlalu lama sering kali terlupakan hingga akhirnya rusak dan harus dibuang. Untuk menghindari hal tersebut, prinsip first in, first out (FIFO) dapat diterapkan dalam mengatur persediaan makanan di rumah.

Caranya sederhana, yaitu gunakan bahan makanan yang dibeli lebih dahulu sebelum menggunakan stok yang lebih baru. Letakkan bahan yang lebih lama di bagian depan agar mudah terlihat dan digunakan terlebih dahulu.

Dengan memahami bagaimana cara menyimpan makanan agar tetap segar seseorang bisa mengurangi makanan yang terbuang sekaligus menghemat uang. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu makanan tetap segar, aman dikonsumsi, dan lebih tahan lama. (Fia)

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Kulkas Menjaga Makanan Tetap Dingin? Cari Tahu di Sini