Konten dari Pengguna

Bagaimana Eskalator Bisa Bergerak? Ini Rahasia Kecanggihannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana Eskalator Bisa Bergerak? Unsplash.com/Cristina Gottardi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana Eskalator Bisa Bergerak? Unsplash.com/Cristina Gottardi

Eskalator banyak dijumpai di ruang publik seperti swalayan dan tempat serupa. Sekilas, eskalator terlihat seperti tangga yang sedang berjalan sendiri. Bagaimana eskalator bisa bergerak?

Di balik anak tangga eskalator tersimpan sistem mekanis yang bekerja secara terus-menerus dan terkoordinasi. Prinsip dasarnya mirip conveyor belt, namun dirancang agar anak tangga tetap mendatar saat bergerak naik atau turun.

Bagaimana Eskalator Bisa Bergerak, Berjalan Sendiri?

Ilustrasi Bagaimana Eskalator Bisa Bergerak? Unsplash.com/Declan Sun

Dikutip dari science.howstuffworks.com, jika ingin mengetahui lebih jauh bagaimana eskalator bisa bergerak, simak rahasia kecanggihannya berikut ini.

1. Motor Listrik Berperan Sebagai Sumber Tenaga

Rahasia utamanya adalah motor listrik yang terdapat di dalam struktur logam eskalator atau truss. Motor ini memutar roda gigi penggerak (drive gears) pada bagian atas eskalator.

Motor listrik memberikan tenaga kepada dua rangkaian rantai yang membentuk loop tertutup. Saat roda gigi berputar, maka rantai akan ikut bergerak dan menarik seluruh anak tangga.

2. Anak Tangga Tidak Ditarik oleh Rantai

Setiap anak tangga eskalator tidak bergerak secara independen. Anak tangga tersebut terhubung dengan sistem rantai yang terus berputar. Prinsip sederhana ini membuat eskalator dapat mengangkut banyak orang terus-menerus.

3. Penyebab Anak Tangga Eskalator Tetap Rata

Kecanggihan utama yang dimiliki eskalator adalah setiap anak tangganya mempunyai dua pasang roda yang berjalan pada jalur (track) berbeda.

Satu pasang roda eskalator terhubung dengan rantai penggerak, sedangkan pasangan lainnya mengikuti jalur khusus.

Kedua jalur ini dibuat dengan jarak dan bentuk yang presisi. Sehingga, meskipun rantai bergerak menanjak atau menurun, posisi anak tangga tetap horizontal.

Roda dan jalurnya mengatur kemiringan anak tangga secara mekanis sepanjang perjalanan.

4. Rahasia Eskalator di Bagian Atas dan Bawahnya

Saat mencapai ujung eskalator, anak tangga berubah dari posisi bertingkat menjadi permukaan yang rata. Hal ini agar penumpang dapat turun dengan mudah.

Caranya cukup menarik, yaitu jalur roda berubah menjadi horizontal. Anak tangga kemudian bergerak mendekat dan terlihat seperti melipat atau bertumpuk satu sama lain.

Setelah melewati bagian ujungnya, anak tangga bergerak melalui jalur bawah sebelum naik lagi. Karena sistem eskalator berbentuk loop, maks proses tersebut bisa berlangsung terus-menerus.

5. Pegangan Tangan yang Ikut Bergerak

Pegangan tangan (handrail) pada eskalator juga menggunakan sistem penggerak tersendiri yang terhubung dengan motor.

Pegangan itu merupakan sabuk karet yang berputar mengelilingi sejumlah roda. Sistem ini dirancang agar kecepatannya sesuai pergerakan anak tangga. Sehingga penumpang dapat berpegangan dengan stabil.

Eskalator memiliki kemampuan membawa penumpang secara berkelanjutan. Pada kecepatan sekitar 44 meter per menit, sebuah eskalator bisa membawa lebih dari 10.000 orang per jam.

Bagaimana eskalator bisa bergerak? Karena ada rangkaian anak tangga yang berputar dalam sebuah sistem rantai, roda, serta jalur yang dirancang sangat presisi. Itulah rahasia kecanggihan mesin yang banyak ditemui di kehidupan sehari-hari. (Aya)

Baca juga: Kenapa Eskalator Mal Sering Ditempatkan Berdekatan? Ini Alasannya