Konten dari Pengguna

Bagaimana Fosil Bisa Terbentuk? Ketahui Proses Pembentukannya di Sini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana Fosil Bisa Terbentuk, Foto:Unsplash/Tofan Teodor
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana Fosil Bisa Terbentuk, Foto:Unsplash/Tofan Teodor

Bagaimana fosil bisa terbentuk menjadi salah satu hal menarik untuk dipahami ketika membahas jejak kehidupan yang tersimpan di dalam bumi.

Jauh sebelum manusia mengenal berbagai bentuk kehidupan seperti sekarang, bumi telah menjadi tempat hidup bagi beragam organisme yang silih berganti sepanjang zaman.

Sebagian dari makhluk hidup tersebut meninggalkan tulang, cangkang, daun, atau bahkan jejak tubuh yang kemudian dapat ditemukan dalam lapisan batuan.

Mengenal Bagaimana Fosil Bisa Terbentuk

Ilustrasi Bagaimana Fosil Bisa Terbentuk, Foto:Unsplash/David Clode

Bagaimana fosil bisa terbentuk menjadi bagian penting dalam memahami jejak kehidupan yang tersimpan di dalam bumi selama waktu yang sangat panjang.

Fosil umumnya berasal dari organisme, seperti tumbuhan atau hewan, yang telah mati dan kemudian dengan cepat tertimbun oleh sedimen, misalnya lumpur, pasir, atau abu vulkanik.

Penguburan yang berlangsung cukup cepat membantu melindungi sisa organisme dari proses pembusukan dan kerusakan lebih lanjut.

Jaringan lunak biasanya terurai setelah organisme mati sehingga bagian yang lebih keras, seperti tulang atau cangkang, lebih sering tertinggal. Meskipun demikian, dalam kondisi tertentu, jaringan lunak juga dapat terawetkan.

Setelah organisme terkubur, lapisan sedimen, abu vulkanik, atau lava dapat terus menumpuk di atasnya. Penumpukan tersebut berlangsung secara bertahap hingga membentuk lapisan yang semakin tebal dan memberikan tekanan pada material di bawahnya.

Dalam rentang waktu yang panjang, lapisan-lapisan tersebut mengalami pengerasan dan berubah menjadi batuan melalui proses yang disebut litifikasi.

Pada saat yang sama, sisa organisme dapat mengalami perubahan akibat mineral yang terbawa oleh air tanah.

Berdasarkan informasi dari australian.museum, mineral tersebut dapat mengisi ruang di dalam jaringan atau menggantikan bagian tertentu dari sisa organisme sehingga bentuknya tetap tersimpan dalam batuan.

Proses pembentukan fosil tidak berlangsung dalam waktu singkat karena membutuhkan kondisi lingkungan dan waktu yang sangat panjang.

Setelah fosil tersimpan di dalam batuan, keberadaannya dapat tetap tersembunyi selama ribuan hingga jutaan tahun. Fosil kemudian dapat terlihat ketika batuan yang menutupinya mengalami erosi.

Proses erosi secara perlahan mengikis dan membawa material batuan sehingga bagian yang sebelumnya berada di dalam lapisan bumi mulai tersingkap. Selain ditemukan melalui erosi alami, fosil juga dapat ditemukan melalui penggalian oleh ahli paleontologi.

Dengan demikian, sisa atau jejak organisme yang telah hidup pada masa lalu dapat ditemukan kembali dan menjadi bagian dari rekaman kehidupan di bumi. (DANI)

Baca juga: Asal Usul Angka Nol yang Jarang Diketahui Banyak Orang