Konten dari Pengguna

Bagaimana Gerhana Terjadi? Temukan Penjelasannya di Sini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi bagaimana gerhana terjadi. unsplash/sarahleejs
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi bagaimana gerhana terjadi. unsplash/sarahleejs

Bagaimana gerhana terjadi? Gerhana menjadi salah satu fenomena langit yang menarik untuk diamati. Peristiwa ini dapat mengubah tampilan langit dalam waktu tertentu, baik ketika siang maupun malam hari.

Kejadiannya tidak berlangsung setiap saat karena terdapat kondisi tertentu yang harus terpenuhi agar fenomena tersebut dapat terlihat dari Bumi.

Bagaimana Gerhana Terjadi di Siang atau Malam Hari

ilustrasi bagaimana gerhana terjadi. unsplash/Nat

Bagaimana gerhana terjadi? Mengutip penjelasan artikel disdikbud.pontianak.go.id, gerhana berlangsung ketika cahaya Matahari terhalang oleh benda langit lain sehingga terbentuk bayangan pada area tertentu.

Matahari berperan sebagai sumber cahaya, sedangkan Bumi dan Bulan dapat berada pada posisi yang menyebabkan cahaya tersebut tidak dapat mencapai bagian tertentu secara langsung.

Gerhana berkaitan dengan posisi tiga benda langit, yaitu Matahari, Bumi, dan Bulan. Ketiganya terus bergerak dalam orbitnya masing-masing sehingga posisi relatif antara satu dengan lainnya selalu berubah.

Pada kondisi tertentu, posisi ketiganya berada hampir dalam satu garis sehingga salah satu benda langit berada di antara sumber cahaya dan benda lainnya.

Ketika cahaya terhalang, terbentuk dua bagian bayangan, yaitu umbra dan penumbra. Umbra merupakan bagian bayangan inti yang paling gelap.

Area yang berada di dalam umbra dapat mengalami penghalangan cahaya secara penuh. Sementara itu, penumbra merupakan bagian bayangan yang lebih samar sehingga cahaya masih dapat terlihat sebagian.

Perbedaan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan menentukan bagaimana bayangan terbentuk dan jenis gerhana yang dapat diamati.

Karena pergerakan Bulan mengelilingi Bumi memiliki kemiringan terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari, ketiga benda langit tersebut tidak selalu berada pada posisi yang sesuai untuk menghasilkan gerhana.

Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Pada posisi tersebut, Bulan menghalangi sebagian atau seluruh cahaya Matahari yang menuju permukaan Bumi. Bayangan Bulan kemudian jatuh ke wilayah tertentu di Bumi.

Ukuran Bulan yang relatif lebih kecil dibandingkan Bumi membuat area yang terkena bayangan inti Bulan juga terbatas.

Gerhana Bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Posisi tersebut membuat bayangan Bumi jatuh ke permukaan Bulan. Ketika Bulan memasuki bagian bayangan Bumi, cahaya Matahari yang biasanya menerangi Bulan terhalang.

Gerhana Bulan dapat diamati dari wilayah Bumi yang sedang mengalami malam ketika peristiwa tersebut berlangsung.

Berbeda dengan gerhana Matahari yang area pengamatannya relatif terbatas, gerhana Bulan dapat terlihat dari wilayah yang lebih luas selama Bulan berada di atas cakrawala.

Bagaimana gerhana terjadi? Fenomena ini berlangsung ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada posisi yang memungkinkan salah satu benda langit menghalangi cahaya Matahari.

Posisi tersebut menghasilkan bayangan berupa umbra dan penumbra yang menentukan bagian mana yang mengalami penghalangan cahaya.

Jika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, terjadi gerhana Matahari, sedangkan ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, terjadi gerhana Bulan. Karena orbit Bulan memiliki kemiringan, susunan yang tepat untuk menghasilkan gerhana tidak terjadi setiap bulan. (DANI)

Baca juga: Apakah Benar Matahari Sebenarnya Berwarna Putih? Ini Penjelasan Ilmiahnya