Bagaimana Karat Terbentuk? Ini Faktor Penyebab Utamanya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana karat terbentuk? Hal ini menjadi pertanyaan banyak orang yang kebingungan saat menemukan benda dari material besi tiba-tiba berkarat. Karat pada dasarnya adalah hasil reaksi kimia antara logam (besi) dengan oksigen di hadapan kelembapan.
Proses terjadinya karat ini dikenal juga sebagai oksidasi. Proses oksidasi mengubah logam menjadi senyawa baru, yaitu oksida besi. Hadirnya adalah yang biasa dikenal sebagai karat.
Dikutip dari www.britannica.com, keberadaan air dan oksigen sangat berpengaruh dalam proses terbentuknya karat. Sebab itulah, logam yang dibiarkan terpapar lingkungan lembap atau basah akan lebih mudah mengalami karat.
Bagaimana Karat Terbentuk Sebagai Reaksi Kimia?
Bagaimana karat terbentuk? Proses terbentuknya karat diawali ketika besi bereaksi dengan senyawa air dan oksigen. Awalnya, besi larut dalam larutan asam yang terbentuk karena kelembapan dan karbon dioksida di udara.
Reaksi ini menghasilkan ion besi(II) dan melepaskan hidrogen. Tahap tersebut merupakan fase pertama dalam proses terbentuknya karat.
Air menjadi media yang membantu perpindahan elektron yang sangat diperlukan agar reaksi oksidasi berlangsung. Tanpa adanya kelembapan dari ait, proses perkaratan berlangsung jauh lebih lambat atau bahkan tidak terjadi.
Setelah besi larut, tahap berikutnya adalah oksidasi besi(II) oleh oksigen yang ada di udara. Proses ini menghasilkan oksida besi(III) yang terhidrasi, yaitu zat berwarna merah kecokelatan yang dikenal sebagai karat.
Dalam proses ini, besi kehilangan elektron dan elektronnya diterima oleh oksigen. Reaksi ini dapat berlangsung cepat dengan adanya garam dan asam.
Kedua zat tersebut akan mempercepat reaksi sehingga logam menjadi lebih mudah mengalami perkaratan.
Hal menarik dari proses terbentuknya karat di permukaan logam adalah, terkadang karat dapat berfungsi sebagai lapisan pelindung yang menghambat korosi lebih lanjut.
Namun, apabila lapisan pada logam tersebut terkelupas atau mengalami kerusakan, maka logam di bawahnya akan kembali terpapar lingkungan sehingga proses terbentuknya karat dapat berlanjut.
Beberapa jenis logam secara alami memang lebih tahan terhadap korosi dibandingkan dengan logam lainnya. Selain itu, berbagai metode perlindungan dengan pelapisan, pengecatan, atau galvanisasi, dapat digunakan untuk mencegah logam berkarat.
Metode-metode tersebut dapat menciptakan lapisan penghalang yang membantu mencegah air dan oksigen mencapai permukaan logam.
Faktor utama penyebab bagaimana karat terbentuk adalah reaksi besi dengan kelembapan, terutama air dan oksigen. Setelah mengetahui penyebab dan cara perlindungannya, setiap orang bisa menambah lapisan pada besi agar lebih awet. (Win)
Baca juga: Bagaimana Eskalator Bisa Bergerak? Ini Rahasia Kecanggihannya