Konten dari Pengguna

Bagaimana Kompos Dibuat dari Sampah? Temukan Penjelasan Lengkapnya di Sini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana Kompos Dibuat dari Sampah, Foto:Unsplash/Hasan Hasanzadeh
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana Kompos Dibuat dari Sampah, Foto:Unsplash/Hasan Hasanzadeh

Bagaimana kompos dibuat dari sampah menjadi pembahasan yang menarik ketika melihat banyaknya sisa bahan organik yang dihasilkan setiap hari.

Kulit buah, sisa sayuran, daun kering, hingga potongan tanaman sering kali dianggap sebagai sampah yang sudah tidak memiliki kegunaan.

Padahal, bahan-bahan tersebut masih dapat mengalami perubahan secara alami apabila dikelola dengan tepat.

Proses Bagaimana Kompos Dibuat dari Sampah

Ilustrasi Bagaimana Kompos Dibuat dari Sampah, Foto:Unsplash/James Baltz

Bagaimana kompos dibuat dari sampah menjadi pembahasan yang berkaitan erat dengan pemanfaatan bahan organik yang selama ini sering dianggap tidak berguna. Kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang telah digunakan sejak lama.

Menurut informasi dari dlh.palangkaraya.go.id, kompos terbentuk dari bahan-bahan organik yang mengalami proses pelapukan akibat adanya interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pembusuk yang bekerja di dalam bahan tersebut.

Melalui proses ini, berbagai bahan organik dapat mengalami perubahan secara bertahap hingga menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Bahan organik yang dapat digunakan untuk membuat kompos cukup beragam. Rumput, jerami, sisa ranting dan dahan, kotoran hewan, bunga yang rontok, air kencing hewan ternak, serta berbagai bahan organik lainnya dapat mengalami proses pelapukan.

Mikroorganisme yang membantu proses tersebut dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan yang lembap dan basah. Karena itu, kondisi lingkungan menjadi bagian yang mendukung berlangsungnya proses penguraian bahan organik.

Pada dasarnya, pelapukan merupakan proses alamiah yang juga terjadi di lingkungan. Namun, apabila berlangsung secara alami, proses tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan dapat mencapai puluhan tahun.

Oleh sebab itu, bantuan manusia diperlukan untuk mempercepat proses pelapukan.

Dengan proses pengomposan yang dilakukan secara benar, pelapukan bahan organik dapat berlangsung sekitar satu hingga tiga bulan sehingga waktunya jauh lebih singkat dibandingkan proses alami.

Kompos juga memiliki manfaat bagi kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman. Penggunaan kompos dapat meningkatkan daya ikat tanah terhadap air sehingga air tanah mampu tersimpan lebih lama.

Ketersediaan air tersebut dapat membantu mencegah terbentuknya lapisan tanah yang kering. Selain itu, kompos bermanfaat untuk menjaga kesehatan akar dan membuat akar tanaman lebih mudah tumbuh.

Meskipun demikian, kandungan hara dalam kompos memang lebih sedikit dibandingkan pupuk anorganik. Oleh karena itu, kompos perlu digunakan dalam volume yang lebih banyak agar kebutuhan hara tanaman dapat terpenuhi.

Keuntungan kompos tidak hanya berkaitan dengan penggunaannya dalam waktu dekat, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi tanah dan tanaman dalam jangka panjang hingga puluhan tahun.

Bagaimana kompos dibuat dari sampah? Saat ini, semakin banyak masyarakat yang mulai beralih menggunakan pupuk organik, salah satunya kompos. Bahan yang digunakan berasal dari material organik yang sebelumnya dianggap sebagai sampah, sehingga harga pupuk kompos relatif murah.

Pembuatan pupuk kompos dari sampah rumah tangga juga tidak terlalu rumit. Namun, sebelum memulai proses pembuatannya, jenis sampah yang sesuai untuk dimanfaatkan sebagai bahan kompos perlu diketahui terlebih dahulu. (DANI)

Baca juga: Bagaimana Karat Terbentuk? Ini Faktor Penyebab Utamanya