Konten dari Pengguna

Bagaimana Magnet Bisa Menarik Benda? Cari Tahu di Sini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana Magnet Bisa Menarik Benda, Foto:Unsplash/Alex Shuper
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana Magnet Bisa Menarik Benda, Foto:Unsplash/Alex Shuper

Pertanyaan bagaimana magnet bisa menarik benda pun muncul ketika melihat benda tertentu dapat tertarik, sementara benda lain tetap berada di tempatnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa magnet memiliki kemampuan khusus yang tidak dimiliki semua benda.

Menariknya, pengaruh magnet juga dapat bekerja tanpa kontak langsung, sehingga benda yang berada pada jarak tertentu masih dapat merasakan gaya tarik tersebut.

Bagaimana Magnet Bisa Menarik Benda di Sekitarnya?

Ilustrasi Bagaimana Magnet Bisa Menarik Benda, Foto:Unsplash/Gustavo Candido da Silva

Bagaimana magnet bisa menarik benda berkaitan dengan prinsip dasar magnetisme, yaitu keberadaan medan magnet yang muncul akibat pergerakan muatan listrik.

Dikutip dari laman britannica.com, medan magnet tersebut menghasilkan gaya yang dapat bekerja pada benda-benda magnetik lainnya maupun muatan listrik yang bergerak.

Gaya yang ditimbulkan dapat berupa tarikan atau tolakan, sehingga benda tertentu dapat bergerak mendekati magnet, sedangkan benda lainnya dapat mengalami dorongan.

Fenomena ini juga terlihat pada medan magnet Bumi yang menyebabkan jarum kompas sejajar mengikuti arah medan magnet. Medan magnet dapat digambarkan melalui garis-garis gaya atau fluks magnet yang berlangsung secara berkesinambungan.

Garis-garis tersebut muncul dari kutub magnet yang mengarah ke utara dan masuk menuju kutub magnet yang mengarah ke selatan. Sementara itu, magnet merupakan material yang mampu menghasilkan medan magnet di luar material tersebut.

Setiap material memiliki tingkat kemagnetan yang berbeda. Sebagian besar material bersifat diamagnetik, yang berarti mengalami tolakan lemah dari kedua kutub magnet.

Sementara itu, material paramagnetik, seperti kromium, mengalami tarikan lemah ketika berada di dekat magnet.

Berbeda dengan keduanya, material feromagnetik, seperti besi, nikel, dan kobalt, dapat tertarik kuat oleh magnet. Ketiga unsur tersebut juga merupakan satu-satunya unsur yang mampu dimagnetisasi secara permanen.

Proses magnetisasi terjadi melalui penyelarasan domain magnetik, yaitu bagian-bagian kecil di dalam material feromagnetik.

Pada besi, nikel, dan kobalt yang belum termagnetisasi, domain-domain tersebut memiliki arah yang berbeda-beda sehingga material tampak tidak memiliki sifat magnet.

Ketika medan magnet diberikan, domain-domain tersebut dapat berubah arah dan menjadi selaras dengan arah medan yang diterapkan.

Penyelarasan domain magnetik dapat bersifat sementara maupun permanen, bergantung pada kekuatan medan magnet yang diberikan.

Magnet permanen mempertahankan sifat kemagnetannya karena domain-domain di dalam material tetap tersusun selaras. Sebaliknya, magnet sementara dapat kehilangan sifat kemagnetannya ketika medan magnet dari luar dihilangkan.

Dengan demikian, medan magnet dan penyelarasan domain memiliki peran penting dalam menentukan sifat kemagnetan suatu material. (ARIF)

Baca juga: Asal Usul Teh hingga Menjadi Minuman yang Digemari di Berbagai Negara