Konten dari Pengguna

Bagaimana Orang Zaman Dahulu Mengetahui Waktu? Simak Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi bagaimana orang zaman dahulu mengetahui waktu. unsplash/aronvisuals
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi bagaimana orang zaman dahulu mengetahui waktu. unsplash/aronvisuals

Bagaimana orang zaman dahulu mengetahui waktu menjadi hal menarik untuk dibahas, mengingat manusia telah mengenal pergantian waktu sejak jauh sebelum hadirnya jam seperti sekarang.

Kehidupan pada masa lalu membuat manusia perlu memperhatikan berbagai tanda di sekitarnya untuk memahami perubahan yang terjadi dari hari ke hari.

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan tersebut mendorong munculnya berbagai cara untuk mengenali dan memperkirakan waktu secara lebih teratur.

Bagaimana Orang Zaman Dahulu Mengetahui Waktu Sebelum Hadirnya Jam?

ilustrasi bagaimana orang zaman dahulu mengetahui waktu. unsplash/János Venczák

Untuk memahami bagaimana orang zaman dahulu mengetahui waktu, perlu melihat berbagai cara yang digunakan pada masa lampau. Tidak semuanya berbentuk alat seperti jam.

Sebagian berasal dari pengamatan terhadap langit, benda-benda alam, hingga bangunan yang memiliki hubungan dengan pergerakan matahari. Berdasarkan informasi artikel history.com, berikut beberapa cara orang zaman dahulu mengetahui waktu.

Mengamati Langit dan Benda Alam

Salah satu cara paling awal adalah memperhatikan pergerakan matahari, bulan, dan bintang. Perubahan posisi benda langit dapat membantu manusia mengenali waktu sekaligus pergantian musim.

Bangsa Mesir kuno, misalnya, menghubungkan kemunculan bintang Sirius dengan banjir Sungai Nil yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Selain pengamatan langit, terdapat pula bukti berupa benda kuno yang diduga berkaitan dengan pencatatan waktu.

Tulang Ishango yang diperkirakan berusia sekitar 20.000 tahun memiliki sejumlah guratan. Beberapa ahli menduga guratan tersebut berhubungan dengan pencatatan waktu atau kalender bulan, meskipun terdapat pula pendapat yang menganggapnya sebagai alat untuk keperluan matematika.

Monumen dan Jam Matahari

Bangunan kuno juga dapat memberikan petunjuk tentang cara masyarakat masa lalu memahami waktu dan musim. Newgrange dan Stonehenge, misalnya, memiliki susunan yang berkaitan dengan titik balik matahari serta ekuinoks.

Posisi bangunan terhadap pergerakan matahari membantu masyarakat mengenali perubahan musim. Metode yang lebih sederhana kemudian dikenal melalui jam matahari.

Bayangan benda yang terkena sinar matahari akan berubah mengikuti pergerakan matahari sehingga dapat digunakan untuk memperkirakan waktu dalam sehari. Cara ini telah digunakan sejak zaman Mesir kuno dan kemudian menyebar ke berbagai wilayah.

Jam Air hingga Jam Merkuri

Ketika matahari tidak terlihat, jam air menjadi salah satu solusinya. Alat ini mengukur waktu berdasarkan aliran air dari sebuah wadah ke wadah lainnya. Karena tidak bergantung pada cahaya matahari, jam air dapat digunakan pada malam hari maupun ketika cuaca mendung.

Selain air, merkuri juga pernah digunakan sebagai media pengukur waktu. Penggunaan merkuri dikembangkan di Tiongkok pada abad ke-10 sebagai alternatif karena aliran air dapat dipengaruhi suhu dan bahkan membeku.

Astrolab dan Jam Dupa

Astrolab merupakan alat berbentuk cakram yang digunakan untuk mengukur posisi benda langit. Selain membantu menentukan waktu, alat ini juga memiliki kegunaan dalam navigasi.

Di Tiongkok, terdapat pula metode menggunakan dupa. Dupa dibakar dengan pola atau tanda tertentu sehingga lamanya waktu dapat diketahui berdasarkan bagian dupa yang telah terbakar.

Cara ini digunakan dalam berbagai kegiatan, seperti upacara, pelayaran, hingga sebagai pengingat waktu minum obat.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa bagaimana orang zaman dahulu mengetahui waktu tidak hanya mengandalkan satu metode.

Pengamatan langit, monumen, jam matahari, jam air, merkuri, astrolab, dan jam dupa menjadi bagian dari berbagai upaya manusia untuk memahami perjalanan waktu. (Rahma)

Baca juga: Apa Fenomena Alam Paling Langka di Dunia? Ini Penjelasannya