Konten dari Pengguna

Bagaimana Planet Terbentuk? Ini Deretan Teori dan Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana Planet Terbentuk. Unsplash.com/Javier Miranda
zoom-in-whitePerbesar
Bagaimana Planet Terbentuk. Unsplash.com/Javier Miranda

Bagaimana planet terbentuk dipengaruhi cakram protoplanet. Debu yang ada di sekitar bintang berkedudukan penting dalam proses terbentuknya berbagai benda langit di sekitarnya, termasuk planet.

Debu yang mengelilingi bintang memiliki berbagai unsur. Diantaranya karbon dan besi yang membantu pembentukan sistem planet.

Bagaimana Planet Terbentuk dan Prosesnya?

Bagaimana Planet Terbentuk. Unsplash.com/NASA

Bagaimana planet terbentuk? Proses ini dapat dijelaskan berdasarkan teori penjelasan alam semesta yang dirangkum dari science.nasa.gov berikut ini.

Saat bintang berada dalam tahap pembentukan (fase T Tauri), bintang mengeluarkan angin yang sangat panas dan didominasi partikel bermuatan positif. Partikel itu disebut proton dan atom helium yang tidak bermuatan.

Sebagian besar material dari cakram jatuh menuju bintang. Sebagian kecil partikel debu tersebut mulai saling bertabrakan dan menggumpal menjadi benda-benda yang lebih besar.

Gumpalan debu itu berubah menjadi kerikil, dan berkembang menjadi batuan yang semakin besar akibat saling bertabrakan dan bergabung. Keberadaan gas membantu partikel-partikel padat itu saling menempel.

Benda-benda ini menjadi bahan dasar pembentukan planet yang disebut dengan planetesimal. Butiran tersebut muncul dari cakram gas dan debu berbentuk seperti donat raksasa yang mengelilingi bintang muda.

Gravitasi dan berbagai gaya lainnya menyebabkan material di dalam cakram saling bertabrakan. Apabila tumbukannya cukup lembut, material tersebut dapat menyatu dan terus membesar hingga mirip seperti bola salju yang semakin besar saat menggelinding.

Seiring waktu, partikel-partikel debu menyatu menjadi kerikil. Kemudian berkembang menjadi batuan yang berukuran beberapa kilometer.

Di saat planetesimal tersebut mengorbit bintangnya, objek tersebut mulai membersihkan material dari jalur orbitnya. Akibatnya, terbentuklah jalur-jalur ruang relatif kosong dan hanya menyisakan debu halus.

Pada saat bersamaan, bintang menyerap gas di sekitarnya dan mendorong material yang berada lebih jauh untuk menjauh dari bintang.

Setelah miliaran tahun, sebagian besar material di dalamnya akhirnya berubah menjadi dunia-dunia baru berupa planet dan benda langit lainnya.

Wilayah yang dingin memungkinkan molekul-molekul gas bergerak lebih lambat dan mudah ditarik oleh gravitasi sebuah planet. Dengan proses tersebut, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, sebagai planet-planet raksasa di Tata Surya diperkirakan terbentuk.

Sementara di bagian cakram yang lebih hangat dan dekat dengan bintang, planet-planet berbatu mulai terbentuk. Planet berbatu seperti Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars kemungkinan membutuhkan waktu puluhan juta tahun untuk terbentuk setelah terbentuknya bintang.

Bagaimana planet terbentuk? Planet terbentuk membutuhkan proses yang begitu lama hingga disebut sistem planet. Sistem ini terdiri dari satu planet atau lebih mencakup planet katai, asteroid, satelit alami, meteoroid, komet, dan benda-benda Tata Surya lainnya. (Win)

Baca juga: Bagaimana Pelangi Menghasilkan Banyak Warna? Ini Proses Alamnya