Bagaimana Satelit Tetap Berada di Orbit? Ini Ilmu Astronominya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana satelit tetap berada di orbit? Satelit bisa tetap di orbit Bumi karena bergerak dengan kecepatan yang cukup tinggi. Hal tersebut untuk mengimbangi tarikan gravitasi ke bawah.
Dikutip dari halaman www.nesdis.noaa.gov, satelit dibawa ke luar angkasa menggunakan roket yang diluncurkan dari Bumi dengan energi yang cukup besar. Setidaknya sekitar 25.039 mil per jam atau 40.300 km/jam untuk menembus atmosfer.
Saat roket telah sampai di lokasi yang telah ditentukan, satelit dilepaskan ke orbitnya. Kecepatan yang dimiliki satelit ketika awal terlepas dari roket peluncur sudah cukup untuk membuatnya berada di orbit selama ratusan tahun.
Bagaimana Satelit Tetap Berada di Orbit? Ini Penjelasannya dalam Ilmu Astronomi
Bagaimana satelit tetap berada di orbit? Satelit tetap di orbitnya karena menyeimbangkan dua faktor, yaitu kecepatannya yang membuat satelit bergerak lurus ke depan dan tarikan gravitasi Bumi terhadap satelit tersebut.
Satelit yang mengorbit lebih dekat dengan Bumi membutuhkan kecepatan yang lebih tinggi. Hal itu karena tarikan gravitasinya lebih kuat.
Satelit telah memiliki persediaan bahan bakar sendiri. Namun, hal ini berbeda dengan mobil yang membutuhkan bahan bakar agar tetap melaju. Bahan bakar satelit tidak digunakan untuk mempertahankan kecepatannya selama mengorbit.
Bahan bakar satelit digunakan untuk mengubah orbit atau menghindari tabrakan dengan puing-puing benda di luar angkasa.
Satelit tidak bertabrakan satu sama lain meskipun sebenarnya, satelit bisa saja bertabrakan. NOAA, NASA, serta berbagai organisasi di Amerika Serikat dan negara-negara lain memantau satelit yang berada di luar angkasa.
Tabrakan antara satelit jarang terjadi karena ketika sebuah satelit diluncurkan, satelit itu ditempatkan pada orbit yang memang dirancang agar tidak berpapasan dengan satelit lain.
Namun, orbit satelit juga dapat berubah seiring waktu. Kemungkinan terjadinya tabrakan tersebut meningkat karena semakin banyaknya satelit yang diluncurkan ke luar angkasa.
Pada Februari 2009, dua satelit komunikasi milik Amerika Serikat dan Rusia bertabrakan di luar angkasa. Peristiwa tersebut diyakini sebagai tabrakan yang tidak disengaja dan terjadi pertama kali antara dua satelit buatan manusia.
Satelit bisa beroperasi di orbitnya dalam waktu yang sangat lama. Contohnya satelit GOES-3 milik NOAA yang memiliki masa operasional selama lima dekade berbeda hingga masa kepemimpinan enam presiden Amerika Serikat.
Bagaimana satelit tetap berada di orbit? Satelit tetap berada di orbit karena adanya kecepatan. Hal itu untuk mempertahankan posisi orbit satelit, karena pada jarak tersebut tarikan gravitasi bumi sangat kecil. (Aya)
Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Kulkas Menjaga Makanan Tetap Dingin? Cari Tahu di Sini