Bandung Bondowoso adalah Siapa? Kenali Sosok di Balik Legenda Roro Jonggrang
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bandung Bondowoso adalah salah satu sosok yang dikenal dalam legenda Roro Jonggrang. Namanya tidak dapat dipisahkan dari rangkaian kisah yang berlatar di Prambanan dan melibatkan sejumlah tokoh penting di dalamnya.
Cerita mengenai sosok ini telah dikenal secara turun-temurun dan menjadi bagian dari legenda yang populer di Indonesia.
Bandung Bondowoso adalah Ksatria dari Kerajaan Pengging
Mengutip dari informasi jogjabudaya.jogjaprov.go.id, Bandung Bondowoso adalah ksatria yang diperintahkan Raja Pengging untuk menyerang Prambanan dalam rangka memperluas wilayah kekuasaan.
Saat itu, Prambanan berada di bawah kekuasaan Prabu Baka, seorang raja yang digambarkan sebagai raksasa sakti dan memiliki wilayah kekuasaan yang luas.
Prabu Baka mempunyai seorang putri berwujud manusia bernama Roro Jonggrang. Putri tunggal tersebut juga memiliki kesaktian dan kepandaian yang diwariskan oleh ayahnya.
Ketika tiba di Prambanan, Bandung Bondowoso bersama pasukannya langsung menyerang istana. Pertempuran sengit pun terjadi. Pasukan Prabu Baka akhirnya berhasil ditaklukkan karena kurang siap menghadapi serangan.
Prabu Baka sendiri tewas terkena senjata sakti Bondowoso yang bernama Bandung. Sejak saat itu, Bondowoso dikenal dengan nama Bandung Bondowoso.
Setelah memenangkan peperangan, Bandung Bondowoso mendapat amanat dari Raja Pengging untuk menempati istana Prambanan. Pada hari pertama berada di istana tersebut, ia melihat Roro Jonggrang dan terpesona oleh kecantikannya. Bandung Bondowoso kemudian berniat menjadikan Roro Jonggrang sebagai permaisuri.
Roro Jonggrang sebenarnya tidak menyukai Bandung Bondowoso karena telah membunuh ayahnya. Namun, ia juga khawatir jika menolak keinginan tersebut dapat membahayakan keluarga dan rakyat Prambanan.
Karena itu, Roro Jonggrang mengajukan syarat agar Bandung Bondowoso membuat 1.000 candi dalam satu malam. Bandung Bondowoso menyanggupi syarat tersebut dan meminta bantuan pasukan jin.
Pembangunan berlangsung cepat hingga jumlah candi hampir mencapai 1.000. Melihat hal tersebut, Roro Jonggrang meminta para dayang mengumpulkan jerami dan menumbuk lesung. Suara serta suasana yang dibuat menyerupai tanda fajar.
Pasukan jin mengira pagi telah tiba dan meninggalkan pembangunan. Bandung Bondowoso pun hanya berhasil memiliki 999 candi. Ia kemudian murka dan mengarahkan jarinya kepada Roro Jonggrang hingga sang putri berubah menjadi patung batu.
Bandung Bondowoso adalah tokoh utama dalam legenda Roro Jonggrang yang kisahnya berawal dari peperangan antara Pengging dan Prambanan hingga pembangunan 1.000 candi.
Legenda tersebut juga dikaitkan dengan candi-candi di wilayah Prambanan yang disebut Candi Loro Jonggrang. (KIKI)
Baca juga: Legenda Candi Sewu dalam Cerita Rakyat Jawa Tengah