Konten dari Pengguna

Budaya Indonesia Peninggalan Hindu Buddha yang Masih Lestari hingga Sekarang

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Budaya Indonesia Peninggalan Hindu Buddha, Foto:Unsplash/Joshua Kettle
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Budaya Indonesia Peninggalan Hindu Buddha, Foto:Unsplash/Joshua Kettle

Salah satu hal menarik untuk ditelusuri adalah budaya Indonesia peninggalan Hindu Buddha, yang terbentuk dari perjalanan panjang peradaban pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara.

Pengaruh tersebut tidak hanya terlihat dari peninggalan berupa candi atau prasasti, tetapi juga dapat ditemukan dalam berbagai bentuk kebudayaan yang masih dikenal hingga sekarang.

Beberapa di antaranya bahkan telah mengalami perkembangan dan penyesuaian seiring perubahan zaman.

Berbagai Bentuk Budaya Indonesia Peninggalan Hindu Buddha

Ilustrasi Budaya Indonesia Peninggalan Hindu Buddha, Foto:Unsplash/Steffen Bertram

Budaya Indonesia peninggalan Hindu Buddha dapat ditemukan melalui berbagai warisan sejarah yang masih bertahan hingga saat ini.

Peninggalan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang kehidupan masyarakat Nusantara pada masa kerajaan Hindu-Buddha.

Bentuknya pun beragam, mulai dari bangunan bersejarah dengan arsitektur khas hingga relief dan arca yang menghiasi kawasan peninggalan masa lampau.

Beberapa di antaranya bahkan masih berdiri dengan kokoh dan menjadi tujuan wisata sejarah yang dikenal luas.

Keberadaan berbagai peninggalan tersebut memperlihatkan jejak perkembangan kebudayaan yang berlangsung pada masa lalu.

Karena itu, sejumlah candi yang tersebar di berbagai daerah menjadi bagian penting dalam mengenali warisan sejarah Indonesia.

Berikut beberapa budaya Indonesia peninggalan Hindu Buddha yang dikutip dari laman lmsspada.kemdiktisaintek.go.id:

1. Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-8 oleh Dinasti Syailendra di Magelang, Jawa Tengah.

Bangunan ini memiliki arsitektur megah dengan tiga tingkatan yang melambangkan perjalanan menuju pencerahan. Selain itu, Borobudur dihiasi ribuan relief dan ratusan arca Buddha yang menjadi bagian dari keseluruhan bangunannya.

Setelah sempat terlantar, Candi Borobudur kembali mendapat perhatian dan hingga kini menjadi situs Warisan Dunia UNESCO. Candi ini juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bersejarah yang mendunia.

2. Candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Hindu yang paling ikonik di Indonesia. Candi ini dibangun pada abad ke-9 oleh Dinasti Sanjaya dan didedikasikan untuk Trimurti, yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa.

Candi Siwa menjadi bangunan utama dengan ketinggian mencapai 47 meter.

Kemegahan Prambanan semakin terlihat melalui relief yang mengisahkan cerita Ramayana.

Meskipun pernah mengalami kerusakan akibat bencana alam, kompleks candi ini tetap berdiri dan kini menjadi situs Warisan Dunia UNESCO sekaligus destinasi wisata yang banyak dikunjungi.

3. Candi Dieng

Candi Dieng berada di dataran tinggi dengan udara yang sejuk dan menjadi salah satu peninggalan Kerajaan Hindu beraliran Siwa tertua di Indonesia. Kompleks candi ini dibangun sekitar abad ke-7 hingga ke-8 oleh Dinasti Sanjaya serta didedikasikan untuk Dewa Siwa.

Candi-candi di Dieng memiliki arsitektur sederhana yang mencerminkan perkembangan awal Hindu di Nusantara.

Setelah sempat terkubur oleh alam, candi-candi tersebut berhasil ditemukan kembali dan kini menjadi destinasi wisata sejarah yang berpadu dengan keindahan alam sekitarnya.

4. Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo berdiri di lereng Gunung Ungaran dan menjadi salah satu peninggalan Kerajaan Hindu. Kompleks ini dibangun sekitar abad ke-9 pada masa Wangsa Syailendra dan terdiri atas sembilan candi yang tersebar di kawasan dataran tinggi.

Candi-candi tersebut didedikasikan untuk Dewa Siwa dengan arsitektur khas Hindu yang sederhana, tetapi tetap kuat. Selain memiliki nilai sejarah, kawasan ini juga dikenal sebagai tempat wisata alam dengan udara yang sejuk dan sumber air panas alami. (KIKI)

Baca juga: Budaya Indonesia yang Belum Diakui UNESCO dari Berbagai Daerah Nusantara