Budaya Indonesia yang Hampir Punah dari Berbagai Daerah di Nusantara
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Budaya Indonesia yang hampir punah menjadi perhatian di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan globalisasi. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari tradisi, adat istiadat, seni, hingga kuliner khas di setiap daerah.
Masuknya budaya asing melalui teknologi dan media sosial sebenarnya bukan menjadi ancaman apabila disikapi dengan bijak. Namun, tanpa pemahaman yang kuat terhadap identitas lokal, berbagai warisan budaya Indonesia berisiko semakin tergeser.
Budaya Indonesia yang Hampir Punah
Budaya Indonesia yang hampir punah meliputi berbagai warisan budaya, seperti bahasa daerah, permainan tradisional, dan kesenian lokal. Ketiganya merupakan bagian dari identitas bangsa yang perlu dijaga agar tidak hilang seiring perubahan zaman.
Salah satu yang paling mendapat perhatian adalah bahasa daerah. Indonesia dikenal sebagai negara dengan keragaman bahasa yang sangat besar. Namun, jumlah bahasa daerah yang punah terus bertambah.
Berdasarkan data UNESCO dalam penjelasan kemendikdasmen.go.id, pada peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2020, sekitar 40 persen populasi dunia sudah tidak lagi memiliki akses terhadap pendidikan dalam bahasa ibu. Kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi Indonesia.
Untuk mencegah semakin banyak bahasa daerah yang hilang, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjalankan lima program pelindungan bahasa dan sastra.
Program tersebut meliputi Pemetaan Bahasa dan Sastra, Kajian Vitalitas Bahasa dan Sastra, Konservasi Bahasa dan Sastra, Revitalisasi Bahasa dan Sastra, serta Peta dan Registrasi Bahasa dan Sastra Daring.
Berdasarkan hasil pemetaan Badan Bahasa, terdapat 11 bahasa daerah yang telah punah di Indonesia, yaitu Bahasa Tandia di Papua Barat, Bahasa Mawes di Papua, Bahasa Kajeli atau Kayeli, Piru, Moksela, Palumata, Hukumina, Hoti, Serua, dan Nila di Maluku, serta Bahasa Ternateno di Maluku Utara.
Selain bahasa daerah, budaya Indonesia yang hampir punah juga terlihat dari semakin jarangnya permainan tradisional dimainkan oleh anak-anak. Perubahan gaya hidup membuat berbagai permainan yang dulu populer kini mulai ditinggalkan.
Beberapa permainan tradisional yang semakin jarang dijumpai antara lain egrang, congklak, gobak sodor, bantengan, engklek, petak umpet, kelereng, bola bekel, gambar, dan gasing.
Padahal, permainan tersebut merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dan pernah menjadi permainan yang digemari di berbagai daerah.
Keberagaman budaya menjadi salah satu kekayaan terbesar Indonesia. Oleh karena itu, bahasa daerah, permainan tradisional, maupun kesenian lokal perlu terus diperkenalkan agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah, tetapi juga dengan mengenalkan kembali berbagai warisan budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan cara tersebut, budaya lokal dapat terus hidup berdampingan dengan perkembangan zaman. Budaya Indonesia yang hampir punah mencakup bahasa daerah, permainan tradisional, dan kesenian lokal yang mulai jarang dikenal.
Melalui pelindungan bahasa, pelestarian permainan tradisional, dan upaya menjaga kesenian daerah, kekayaan budaya Indonesia diharapkan tetap lestari dan tidak hilang di masa depan. (Kiki)
Baca juga: Cara Memainkan Sasando dan Sejarah Singkatnya