Konten dari Pengguna

Cara Menanam Cabe dari Biji Anti Gagal

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menanam Cabe, Foto:Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menanam Cabe, Foto:Unsplash/Mufid Majnun

Cara menanam cabe sering dianggap mudah, padahal banyak orang justru gagal sejak tahap awal tanpa menyadari letak kesalahan dalam berkebun.

Ada yang semangat membeli bibit terbaik, menyiapkan pot baru, hingga rutin menyiram setiap hari, tetapi hasilnya tetap kurang memuaskan.

Di sisi lain, tidak sedikit pula orang yang berhasil memanen cabe lebat hanya dari halaman rumah yang sederhana. Hal inilah yang membuat kegiatan menanam cabe terasa menarik untuk dicoba.

Cara Menanam Cabe, dari Bibit Hingga Jadi Cabai

Ilustrasi Cara Menanam Cabe, Foto:Unsplash/Mufid Majnun

Cara menanam cabe dapat dilakukan dengan langkah yang cukup sederhana, tetapi tetap membutuhkan perhatian pada setiap tahap agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang lebat.

Proses penanaman biasanya dimulai dari pemilihan benih berkualitas, kemudian dilanjutkan dengan penyemaian pada media tanam yang sesuai.

Setelah bibit tumbuh dan cukup kuat, tanaman dapat dipindahkan ke pot, polybag, maupun lahan terbuka.

Selain itu, perawatan yang dilakukan secara rutin juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabai, mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian hama.

Dengan penanganan yang tepat, tanaman cabai dapat tumbuh subur dan memasuki masa panen dalam kondisi yang baik.

Berikut langkah-langkah menanam cabai yang sebagaimana dikutip dari laman putatgede.kendalkab.go.id:

  • Pilih benih cabai dari buah yang sudah tua dan matang, atau gunakan benih unggul agar hasil panen lebih optimal.

  • Rendam biji cabai di dalam air sebelum disemai. Gunakan biji yang tenggelam karena umumnya memiliki kualitas lebih baik.

  • Siapkan media semai berupa campuran tanah gembur dan pupuk kandang, lalu masukkan ke dalam polybag kecil.

  • Letakkan benih pada media semai, kemudian siram secara perlahan dan tutup menggunakan plastik transparan hingga berkecambah dalam waktu sekitar 7–14 hari.

  • Gunakan pot atau polybag berukuran cukup besar, minimal berdiameter 30 sentimeter, agar akar tanaman dapat berkembang dengan baik.

  • Campurkan tanah gembur, pupuk kandang atau kompos, dan sekam padi dengan perbandingan 3:2:1 sebagai media tanam.

  • Untuk penanaman di lahan terbuka, gemburkan tanah terlebih dahulu dan buat bedengan dengan lebar sekitar 90–100 sentimeter.

  • Tambahkan kapur dolomit apabila tanah memiliki tingkat keasaman tinggi, lalu berikan pupuk dasar organik sebelum penanaman.

  • Pindahkan bibit cabai setelah memiliki 4–6 helai daun atau saat berumur sekitar 20–30 hari setelah semai.

  • Lakukan proses pindah tanam pada pagi atau sore hari agar tanaman tidak mudah mengalami stres.

  • Masukkan bibit bersama gumpalan tanah pada bagian akar secara hati-hati, kemudian padatkan tanah di sekitarnya secara perlahan.

  • Siram tanaman satu hingga dua kali sehari sesuai kondisi cuaca, namun hindari genangan air yang dapat menyebabkan akar membusuk.

  • Bersihkan gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman secara rutin agar pertumbuhan cabai tidak terganggu.

  • Berikan pupuk NPK setiap 10–14 hari sekali setelah tanaman berumur dua minggu. Pupuk organik cair juga dapat digunakan untuk membantu pertumbuhan.

  • Semprotkan pestisida organik atau insektisida khusus apabila terlihat tanda-tanda serangan hama pada daun tanaman.

  • Panen cabai saat tanaman berumur sekitar 80–90 hari setelah pindah tanam dan buah sudah berubah warna menjadi oranye atau merah penuh sesuai jenisnya.

  • Petik cabai menggunakan gunting atau pisau bersama tangkainya agar cabang tanaman tidak mudah rusak.

Dengan perawatan yang dilakukan secara teratur, tanaman cabai dapat tumbuh lebih sehat dan menghasilkan buah yang maksimal. Setiap tahapan, mulai dari penyemaian hingga panen, memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman.

Oleh karena itu, ketelitian dalam memilih benih, menyiapkan media tanam, serta menjaga kondisi tanaman tetap terawat menjadi hal yang perlu diperhatikan agar proses budidaya cabai berjalan dengan baik dan hasil panen lebih memuaskan. (YOLAN)

Baca juga: Cara Mendarat yang Benar dalam Lompat Jauh adalah Apa? Ini Penjelasannya