Cara Menentukan Arah Kiblat dengan Praktis dan Akurat
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menentukan arah kiblat menjadi hal penting dalam pelaksanaan salat agar sesuai dengan arah Ka’bah di Makkah.
Penentuan arah ini dapat dilakukan dengan beberapa metode sederhana yang tetap akurat, salah satunya menggunakan fenomena matahari pada waktu tertentu yang telah dijelaskan oleh Kementerian Agama.
Beberapa Cara Menentukan Arah Kiblat
Cara menentukan arah kiblat dapat dilakukan dengan memanfaatkan fenomena Istiwa A’dhom yang terjadi pada waktu tertentu saat posisi matahari sejajar tepat dengan Ka’bah. Metode ini tergolong sederhana karena hanya membutuhkan benda tegak dan cahaya matahari sebagai penunjuk arah.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Agama Aceh, Istiwa A’dhom merupakan momen ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah, sehingga bayangan benda yang terbentuk dapat menunjukkan arah kiblat secara lebih akurat. Berikut urutan metode Istiwa A’dhom secara ringkas:
Metode Istiwa A’dhom dilakukan saat matahari terlihat jelas tanpa terhalang mendung.
Gunakan jam yang sudah sesuai dengan waktu resmi.
Siapkan lokasi datar yang terkena sinar matahari.
Gunakan tongkat lurus atau benang bandul sebagai penanda.
Saat fenomena berlangsung, tandai arah bayangan matahari sebagai arah kiblat.
Garis bayangan dapat digunakan untuk meluruskan saf salat di masjid maupun rumah.
Jika cuaca mendung, pengukuran masih bisa dilakukan dengan penyesuaian waktu tertentu.
Metode Istiwa A’dhom merupakan cara yang sangat membantu karena tidak membutuhkan alat rumit. Cukup dengan memahami waktu yang tepat dan posisi matahari, arah kiblat dapat ditentukan dengan lebih akurat.
Selain metode ini, arah kiblat juga dapat ditentukan menggunakan kompas atau aplikasi digital. Namun, metode berbasis fenomena matahari sering dianggap lebih presisi karena mengacu langsung pada posisi astronomis Ka’bah.
Pada kondisi tertentu, pengecekan ulang arah kiblat juga disarankan dilakukan di rumah maupun tempat ibadah agar posisi sholat tetap tepat. Hal ini penting terutama ketika baru pindah lokasi atau saat membangun mushola baru.
Dengan memahami cara menentukan arah kiblat, proses penentuan arah salat menjadi lebih mudah, praktis, dan dapat dilakukan secara mandiri tanpa alat yang rumit. (Riski)
Baca juga: Tata Cara Sholat Tasbih yang Wajib Diketahui oleh Umat Islam