Konten dari Pengguna

Cara Mengutip dari Jurnal dengan Benar dan Sesuai Aturan

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Mengutip dari Jurnal, Foto:Unsplash/Mushaboom Studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Mengutip dari Jurnal, Foto:Unsplash/Mushaboom Studio

Cara mengutip dari jurnal sering dianggap sebagai hal kecil dalam proses menulis, padahal kemampuan ini memiliki peran penting dalam membangun tulisan yang rapi, terpercaya, dan enak dibaca.

Banyak orang merasa bingung ketika harus menuliskan sumber kutipan dengan format tertentu, terlebih jika jurnal yang digunakan memiliki banyak penulis, halaman panjang, atau berasal dari situs akademik internasional.

Di sisi lain, ada juga yang sebenarnya sudah memahami isi jurnal dengan baik, tetapi masih ragu saat harus memasukkan kutipan ke dalam karya tulis.

Cara Mengutip dari Jurnal Tanpa Takut Salah Penulisan

Ilustrasi Cara Mengutip dari Jurnal, Foto:Unsplash/Kari Shea

Cara mengutip dari jurnal merupakan keterampilan penting yang perlu dipahami dalam dunia akademik, terutama ketika menyusun tugas akhir, makalah, esai, maupun laporan penelitian.

Penulisan kutipan yang tepat tidak hanya membantu menjaga kualitas karya tulis, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap penulis asli yang telah menghasilkan penelitian atau gagasan tertentu.

Salah satu gaya penulisan yang paling sering digunakan adalah APA Style 7th Edition yang diterbitkan oleh American Psychological Association.

Format ini dikenal memiliki aturan yang jelas sehingga sumber referensi dapat ditulis secara lebih rapi, mudah dipahami, dan terhindar dari kesalahan penulisan maupun plagiarisme.

Selain itu, penggunaan format yang sesuai juga membuat karya ilmiah terlihat lebih profesional dan terpercaya.

Oleh sebab itu, memahami cara mengutip dari jurnal dengan benar menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi pelajar dan mahasiswa yang sering menggunakan jurnal sebagai sumber referensi utama dalam penulisan akademik.

  • Struktur dasar kutipan jurnal dalam APA Style 7th terdiri atas nama belakang penulis, inisial nama depan, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal, volume dan nomor jurnal, halaman, serta DOI atau tautan jurnal.

    Format umumnya ditulis sebagai berikut: nama belakang penulis, inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama jurnal, volume (nomor), halaman. https://doi.org/xxxxx

  • Penulisan nama penulis dilakukan dengan mencantumkan nama belakang terlebih dahulu, kemudian diikuti huruf awal nama depan.

    Jika terdapat dua penulis, nama dihubungkan menggunakan tanda “&”. Sementara itu, jika jumlah penulis lebih dari dua, APA 7th memperbolehkan penulisan hingga 20 nama penulis sebelum menggunakan tanda tertentu sesuai aturan yang berlaku.

  • Judul artikel dan nama jurnal memiliki aturan penulisan yang berbeda. Pada judul artikel, huruf kapital hanya digunakan pada huruf pertama kalimat dan nama khusus.

    Sebaliknya, nama jurnal ditulis dengan huruf kapital pada setiap kata penting agar terlihat lebih jelas dan formal.

  • Volume jurnal ditulis menggunakan huruf miring, sedangkan nomor jurnal yang berada di dalam tanda kurung tidak dicetak miring.

    Penulisan halaman juga dilakukan tanpa tambahan singkatan seperti “hlm.” atau “pp”.

  • DOI atau Digital Object Identifier menjadi bagian penting dalam APA Style 7th. Jika artikel memiliki DOI, format yang digunakan berupa tautan seperti https://doi.org/xxxxxx.

    Namun, jika jurnal daring tidak memiliki DOI, maka tautan jurnal dapat dicantumkan. Apabila jurnal berbentuk cetak dan tidak memiliki DOI maupun URL, bagian tersebut dapat dihilangkan.

  • Dalam kutipan di dalam teks atau in-text citation, format yang digunakan disesuaikan dengan jumlah penulis. Untuk satu penulis digunakan format seperti (Putra, 2020).

    Jika terdapat dua penulis, formatnya menjadi (Lestari & Wibowo, 2022). Sementara itu, untuk tiga penulis atau lebih digunakan tambahan “et al.” seperti (Hidayat et al., 2021).

  • Agar hasil penulisan kutipan lebih rapi dan akurat, pemeriksaan DOI sebaiknya dilakukan kembali melalui situs resmi DOI.

    Selain itu, fitur sitasi dari database akademik seperti ProQuest, ScienceDirect, CNKI, dan EBSCO juga dapat dimanfaatkan meskipun formatnya tetap perlu diperiksa ulang.

    Penggunaan aplikasi pengelola referensi seperti Zotero, Mendeley, dan EndNote juga dapat membantu proses penyusunan daftar pustaka menjadi lebih teratur dan efisien.

Penulisan kutipan yang benar bukan hanya sekadar memenuhi aturan akademik, melainkan juga membantu menjaga keaslian karya tulis serta menghindari plagiarisme.

Dengan memahami APA Style 7th Edition, proses penulisan karya ilmiah dapat berjalan lebih terstruktur, rapi, dan profesional. (DANI)

Baca juga: Cara Mendarat yang Benar dalam Lompat Jauh adalah Apa? Ini Penjelasannya