Contoh Akulturasi Budaya di Indonesia yang Unik
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh akulturasi budaya di Indonesia dapat dijumpai dalam berbagai kegiatan seni dan tradisi yang berkembang di berbagai daerah. Akulturasi merupakan proses percampuran dua atau lebih budaya tanpa menghilangkan identitas budaya asal.
Proses ini menjadi salah satu alasan budaya Indonesia terus berkembang, sekaligus memperkuat hubungan antardaerah dan antaretnis melalui berbagai bentuk kolaborasi budaya.
Perayaan Cap Go Meh, Contoh Akulturasi Budaya di Indonesia
Seperti yang dijelaskan website budaya.jogjaprov.go.id, contoh akulturasi budaya di Indonesia terlihat pada kerja sama kebudayaan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Barat.
Kedua pemerintah daerah menandatangani kesepakatan bersama pada 1 Desember 2021 untuk mempererat hubungan dalam pengembangan potensi pariwisata dan kebudayaan.
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kunjungan ke Jawa Barat pada 7 Desember 2021 dalam kegiatan Muhibah Budaya bertajuk Gempita Budaya.
Acara tersebut menjadi wujud akulturasi budaya melalui pertukaran seni dan budaya dari kedua daerah. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan cinderamata persahabatan secara simbolis oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Selain itu, masyarakat disuguhkan berbagai pertunjukan seni, seperti Tari Bedhaya Kraton Yogyakarta, Tari Beksan Menak Kakung Umarmaya-Umarmadhi, Mojang Jajaka, Tiara Effendy, Saung Angklung Udjo, dan Rampak Kendang.
Setiap pertunjukan tetap mempertahankan ciri khas daerah asal, tetapi dipentaskan dalam satu rangkaian acara sebagai bentuk kolaborasi budaya.
Contoh akulturasi budaya juga tampak pada perayaan malam Cap Go Meh 2023 di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Mengutip artikel tanjungpinangkota.go.id, perayaan ini menggabungkan budaya Tionghoa, Melayu, dan Jawa dalam satu kegiatan yang berlangsung di kawasan Kota Lama Tanjungpinang.
Acara tersebut menampilkan atraksi barongsai, Reog Suro Menggolo, musik Melayu, hingga lagu-lagu Mandarin. Perpaduan berbagai kesenian itu menunjukkan bahwa budaya dari berbagai etnis dapat berjalan berdampingan tanpa menghilangkan identitas masing-masing.
Perayaan juga dimeriahkan dengan tradisi makan nasi kunyit bersama yang menjadi salah satu bentuk akulturasi budaya di daerah tersebut.
Penyelenggara berharap kegiatan seperti Cap Go Meh tidak hanya menjadi upaya pelestarian budaya, tetapi juga berkembang sebagai agenda pariwisata yang mampu menarik wisatawan. Di sisi lain, kegiatan tersebut turut memperkuat silaturahmi, menjaga kerukunan, dan mempererat hubungan antar etnis di Kota Tanjungpinang.
Contoh akulturasi budaya di Indonesia dapat dilihat dari kolaborasi budaya Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Jawa Barat melalui Gempita Budaya, serta perpaduan budaya Tionghoa, Melayu, dan Jawa pada perayaan Cap Go Meh di Tanjungpinang.
Kedua contoh tersebut menunjukkan bahwa akulturasi mampu memperkaya kebudayaan tanpa menghilangkan identitas budaya asal, sehingga keberagaman tetap terjaga dan menjadi kekuatan budaya Indonesia. (Kiki)
Baca juga: Budaya Indonesia yang Hampir Punah dari Berbagai Daerah di Nusantara