Konten dari Pengguna

Contoh Penerapan Sila Pertama dalam Kehidupan Sehari-hari untuk Diikuti

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Penerapan Sila Pertama dalam Kehidupan Sehari-hari. Unsplash.com/Lighten Up
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Penerapan Sila Pertama dalam Kehidupan Sehari-hari. Unsplash.com/Lighten Up

Contoh penerapan sila pertama dalam kehidupan sehari-hari yang terkandung dalam Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Sikap dari penerapan sila pertama ini tercermin dalam keberadaan tempat ibadah di masyarakat dan upacara keagamaan.

Sikap yang bisa diterapkan dalam sila pertama Pancasila perlu diketahui. Hal ini agar Pancasila bisa dihidupkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Penerapan Sila Pertama dalam Kehidupan Sehari-hari Bangsa Indonesia

Ilustrasi Contoh Penerapan Sila Pertama dalam Kehidupan Sehari-hari. Unsplash.com/Didi Paul

Dikutip dari papuapegunungan.kpu.go.id, di bawah ini ada deretan contoh penerapan sila pertama dalam kehidupan sehari-hari, dan bisa diikuti oleh kalangan pelajar dan masyarakat umum.

  • Menunjukkan sikap saling menghormati antar umat agama di kehidupan sehari-hari. Misalnya tidak seenaknya melontarkan komentar negatif tentang proses ibadah agama lain.

  • Menjaga ketenangan saat ada tetangga yang sedang beribadah. Perilaku ini merupakan sikap paling sederhana untuk mengimplementasikan nilai sila pertama Pancasila.

  • Ikut bergotong royong membangun rumah ibadah agama lain. Hal ini adalah bentuk toleransi, sedangkan gotong royong merupakan ciri khas dan nilai sosial bangsa Indonesia.

  • Saling memberi ucapan pada hari besar agama lain. Perilaku ini cukup sederhana namun bermakna besar. Dampaknya adalah terciptanya keharmonisan sosial.

  • Di sekolah atau kampus, pelajar bisa menghormati jadwal ibadah teman, misalnya tidak mengganggu teman yang sedang beribadah. Pelajar bisa mengikuti kegiatan kerohanian masing-masing tanpa saling mengejek, dan berpartisipasi dalam kegiatan lintas agama yang menumbuhkan toleransi.

  • Di lingkungan masyarakat, individu bisa berperilaku tidak mengadakan kegiatan yang dapat mengganggu ibadah agama lain. Saling membantu tanpa memandang agama, terutama saat terjadi musibah, dan memastikan rumah ibadah di lingkungan sekitar terjaga keamanannya.

  • Penerapan sila pertama dalam konteks pemerintahan di Indonesia mencakup kebijakan yang menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan.

  • Contohnya seperti yang diamanatkan dalam konstitusi Pasal 29 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945), yang menyatakan "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

Sikap-sikap tersebut menggambarkan bahwa keberagaman agama tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah oleh jarak. Justru adanya perbedaan ini haruslah dijadikan kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan toleransi.

Dengan menjunjung nilai-nilai ketuhanan, dan mengikuti contoh penerapan sila pertama dalam kehidupan sehari-hari, Indonesia diingatkan untuk selalu menempatkan moral dan kemanusiaan sebagai dasar semua tindakan. (Aya)

Baca juga: Penerapan Pancasila dalam Perilaku Menghargai Hasil Karya Orang Lain