Contoh Perubahan Kimia adalah Apa? Ini Penjelasan dan Contohnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh perubahan kimia adalah peristiwa yang menghasilkan zat baru dengan sifat yang berbeda dari zat sebelumnya. Perubahan ini dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, baik yang terjadi secara alami maupun melalui proses yang dilakukan manusia.
Berbeda dari perubahan fisika yang umumnya hanya mengubah bentuk atau wujud, perubahan kimia menyebabkan susunan suatu zat mengalami perubahan.
Akibatnya, materi yang terbentuk setelah proses tersebut memiliki sifat yang tidak sama dengan materi awalnya. Beberapa peristiwa sederhana seperti makanan yang membusuk, besi berkarat, hingga kayu yang dibakar termasuk ke dalam perubahan kimia.
Contoh Perubahan Kimia adalah Pembakaran Kayu
Contoh perubahan kimia adalah pembakaran kayu, perkaratan besi, pembusukan makanan, fermentasi, dan fotosintesis. Mengutip buku Materi dan Perubahannya karya Bayu Sapta, perubahan kimia merupakan perubahan materi yang menghasilkan zat dengan jenis dan sifat yang baru.
Salah satu contoh yang mudah diamati adalah kayu yang dibakar. Kayu sebelum dibakar memiliki sifat dan bentuk tertentu, sedangkan setelah mengalami pembakaran akan menghasilkan arang, abu, asap, serta gas. Hasil tersebut tidak dapat dikembalikan menjadi kayu seperti kondisi semula.
Contoh lainnya adalah besi yang berkarat. Ketika besi bereaksi dengan oksigen dan air dalam lingkungan, terbentuk karat yang memiliki sifat berbeda dari besi. Perubahan ini juga ditandai dengan perubahan warna pada permukaan besi.
Selain itu, pembusukan makanan termasuk perubahan kimia karena makanan mengalami perubahan sifat dan menghasilkan zat baru. Misalnya, nasi yang awalnya masih layak dikonsumsi dapat berubah menjadi basi setelah beberapa waktu.
Fermentasi juga termasuk perubahan kimia. Proses ini dapat ditemukan dalam pembuatan tape, tempe, dan makanan hasil fermentasi lainnya. Pada proses tersebut, bahan awal mengalami perubahan akibat aktivitas mikroorganisme sehingga menghasilkan zat dengan karakteristik yang berbeda.
Sementara itu, fotosintesis merupakan perubahan kimia yang terjadi pada tumbuhan. Dalam proses ini, karbon dioksida dan air diubah menjadi senyawa organik serta menghasilkan oksigen dengan bantuan energi cahaya.
Perubahan kimia biasanya dapat dikenali melalui beberapa tanda. Di antaranya terbentuknya zat baru, munculnya gas, terbentuknya endapan, perubahan warna, atau perubahan suhu.
Namun, tidak setiap perubahan warna secara otomatis merupakan perubahan kimia. Hal yang paling penting adalah adanya perubahan komposisi yang menyebabkan terbentuknya zat baru.
Dengan demikian, perubahan kimia dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Pembakaran, perkaratan, pembusukan, fermentasi, dan fotosintesis merupakan beberapa contoh yang menunjukkan bahwa suatu materi telah berubah menjadi zat baru. (Yolan)
Baca juga: Kuudere adalah Apa? Temukan Pengertiannya di Sini