Doa Buka Puasa Dzulhijjah, Arti, dan Adab Membacanya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang dipenuhi dengan keberkahan bagi umat Islam. Pada bulan ini, ada banyak amalan sunnah yang dianjurkan, termasuk membaca doa buka puasa Dzulhijjah setelah menjalankan ibadah puasa.
Puasa Zulhijjah dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 9 Zulhijjah. Setelah menahan lapar dan haus sepanjang hari, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa buka puasa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt atas nikmat dan kekuatan dalam menjalankan ibadah.
Doa Buka Puasa Dzulhijjah yang Dianjurkan Rasulullah
Doa buka puasa Dzulhijjah adalah bacaan doa sebelum makan dan minum. Doa ini memiliki makna tentang penghambaan, rasa syukur, dan harapan agar ibadah puasa diterima oleh Allah Swt.
Membaca doa berbuka juga adalah amalan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Sehingga sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap hari selama menjalankan puasa sunnah di bulan Zulhijjah.
Dikutip dari baznas.go.id, salah satu bacaan doa berbuka puasa dalam tulisan latin yang paling sering diamalkan adalah sebagai berikut:
“Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.”
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.”
Bacaan doa buka puasa Zulhijjah di atas menggambarkan rasa syukur seorang hamba setelah berhasil menyelesaikan ibadah puasa sampai waktu magrib tiba. Doa tersebut juga menunjukkan keyakinan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan pahala dari Allah Swt.
Selain doa di atas, sebagian umat Islam juga membaca doa berikut ini ketika berbuka puasa:
“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu.”
Artinya:
“Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Kedua doa tersebut dapat diamalkan pada saat berbuka puasa Dzulhijjah sesuai dengan kebiasaan dan keyakinan masing-masing.
Adab Membaca Doa Buka Puasa di Bulan Dzulhijjah
Agar ibadah puasa semakin sempurna, terdapat beberapa adab yang dianjurkan ketika membaca doa buka puasa. Pertama adalah menyegerakan berbuka ketika waktu magrib telah tiba. Rasulullah saw menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka puasa.
Kedua, membaca doa dengan penuh rasa khusyuk dan syukur. Saat berbuka adalah waktu mustajab untuk berdoa, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada Allah Swt.
Ketiga, berbuka dengan makanan yang sederhana dan manis seperti kurma atau air putih. Sunnah ini dicontohkan langsung oleh baginda Rasulullah saw agar tubuh dapat kembali memperoleh energi dengan perlahan setelah seharian berpuasa.
Keempat, menjaga adab makan dan minum setelah berbuka. Meskipun merasa lapar, umat Islam dianjurkan untuk tidak berlebihan pada saat mengonsumsi makanan. Hal ini bertujuan agar tubuh tetap sehat dan ibadah malam dapat dijalankan dengan baik.
Dengan memahami arti dan adab membaca doa buka puasa Dzulhijjah, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan penuh keikhlasan. Sehingga setiap amal ibadah yang dilakukan di bulan Zulhijjah diterima oleh Allah Swt dan menjadi jalan menuju keberkahan hidup. (Win)
Baca juga: Cara Menentukan Arah Kiblat dengan Praktis dan Akurat