Iradah Artinya Apa? Simak Penjelasannya Berikut Ini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam menemukan berbagai istilah yang berasal dari Bahasa Arab, salah satunya adalah iradah, yang sering diucapkan. Iradah artinya kehendak atau keinginan.
Dalam konteks keagamaan, iradah merupakan sifat wajib dari Allah Swt.
Dalam Ajaran Islam, Iradah Artinya Kehendak atau Kemauan
Bagi sebagian orang, arti iradah mungkin masih terdengar asing sehingga perlu dipahami berdasarkan konteks penggunaannya. Iradah artinya apa? Simak penjelasan selengkapnya melalui artikel berikut ini berdasarkan situs web islam.nu.or.id.
Secara sederhana, iradah dapat dipahami sebagai kehendak atau keinginan yang muncul dalam diri seseorang untuk melakukan maupun tidak melakukan sesuatu. Istilah ini juga berkaitan dengan pembahasan mengenai niat dan perbuatan manusia.
Seseorang biasanya melakukan suatu tindakan setelah memiliki kehendak untuk melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, seseorang memiliki iradah untuk membantu orang lain, kemudian ia mewujudkan kehendak tersebut melalui tindakan.
Iradah tidak hanya berkaitan dengan keinginan yang ada dalam pikiran. Namun juga dapat menjadi dorongan yang mengarahkan seseorang dalam menentukan suatu perbuatan.
Dalam kajian fikih dan Islam, pembahasan mengenai kehendak manusia menjadi penting. Hal ini disebabkan karena suatu perbuatan dapat berkaitan dengan kesengajaan, pilihan, dan tanggung jawab seseorang.
Ketika seseorang melakukan suatu tindakan secara sadar dan berdasarkan kehendaknya, terdapat unsur kesengajaan. Unsur ini membedakannya dari perbuatan yang terjadi tanpa adanya kehendak.
Konsep tersebut dapat membantu memahami mengapa niat, kesengajaan, dan kehendak. Konsep ini juga menjadi bagian penting ketika menilai suatu perbuatan.
Iradah juga dapat dikaitkan dengan kemampuan seseorang dalam memilih tindakan. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia menghadapi berbagai pilihan dan kemudian menentukan sikap berdasarkan pertimbangan tertentu.
Kehendak tersebut dapat diarahkan kepada sesuatu yang baik maupun buruk. Seseorang perlu mempertimbangkan akibat dari keputusan yang diambil.
Contoh sederhana iradah adalah ketika seseorang memiliki keinginan untuk belajar sebelum menghadapi ujian. Keinginan tersebut kemudian diwujudkan dengan membaca buku, mengerjakan latihan soal, atau mengikuti kegiatan belajar.
Contoh lainnya adalah seseorang yang memiliki kehendak untuk bersedekah. Keinginan tersebut kemudian memberikan sebagian hartanya kepada orang yang membutuhkan.
Jadi, iradah artinya apa? Jawabannya adalah kehendak seseorang terhadap suatu perbuatan. Namun, kehendak dan tindakan tetap perlu dipahami berdasarkan konteksnya, terutama ketika dibahas dalam kajian hukum Islam. (Fia)
Baca juga: Apa Itu Syu'abul Iman? Ini Definisi dan Contoh Praktiknya