Jaringan yang Menghubungkan Embrio dengan Dinding Uterus, Ini Nama dan Fungsinya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jaringan yang menghubungkan embrio dengan dinding uterus adalah salah satu hal yang berkaitan erat dengan proses perkembangan manusia sebelum dilahirkan.
Selama masa kehamilan, tubuh mengalami berbagai perubahan untuk mendukung pertumbuhan calon bayi di dalam rahim.
Proses ini melibatkan sejumlah struktur yang memiliki peran masing-masing dalam menjaga kelangsungan kehamilan hingga tiba waktunya persalinan.
Plasenta: Jaringan yang Menghubungkan Embrio dengan Dinding Uterus
Jaringan yang menghubungkan embrio dengan dinding uterus adalah plasenta. Organ ini terbentuk selama kehamilan dan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan janin di dalam rahim dikutip dari situs repository.uki.ac.id.
Keberadaan plasenta memungkinkan terjadinya pertukaran berbagai zat antara ibu dan janin, sehingga kebutuhan janin selama berada di dalam kandungan dapat terpenuhi.
Plasenta mulai berkembang setelah proses implantasi, yaitu ketika embrio menempel pada lapisan dinding rahim. Seiring bertambahnya usia kehamilan, organ ini berkembang untuk menjalankan berbagai fungsi yang dibutuhkan janin.
Plasenta juga terhubung dengan janin melalui tali pusat, yang menjadi jalur pengangkutan oksigen, nutrisi, dan zat sisa metabolisme.
Salah satu fungsi utama plasenta adalah menyalurkan oksigen dan zat gizi dari darah ibu kepada janin.
Oksigen dibutuhkan untuk mendukung proses metabolisme, sedangkan nutrisi seperti glukosa, asam amino, dan asam lemak berperan dalam pembentukan jaringan serta pertumbuhan organ tubuh.
Melalui proses pertukaran tersebut, janin dapat memperoleh kebutuhan penting untuk berkembang selama kehamilan.
Selain menyalurkan zat yang dibutuhkan, plasenta juga membantu membuang zat sisa metabolisme janin. Karbon dioksida dan beberapa produk sisa lainnya dipindahkan ke aliran darah ibu untuk kemudian dikeluarkan melalui organ tubuh ibu.
Fungsi plasenta berikutnya yaitu sebagai perlindungan melalui penghalang selektif. Struktur ini dapat membatasi masuknya sebagian zat berbahaya dan mikroorganisme dari darah ibu ke janin.
Perlindungan tersebut tidak sepenuhnya mencegah semua zat atau penyebab infeksi melewati plasenta. Beberapa obat, alkohol, dan virus tertentu tetap dapat mencapai janin, sehingga ibu perlu memperhatikan kesehatan dan penggunaan obat selama kehamilan.
Plasenta juga menghasilkan hormon, seperti human chorionic gonadotropin (hCG), progesteron, dan estrogen. Hormon-hormon tersebut membantu mempertahankan kehamilan serta mendukung perubahan tubuh ibu selama janin berkembang.
Plasenta juga berperan dalam mengatur interaksi antara sistem kekebalan ibu dan janin agar kehamilan dapat berlangsung dengan baik.
Itulah jaringan yang menghubungkan embrio dengan dinding uterus, plasenta menjadi organ penting yang mendukung kehidupan janin sejak awal kehamilan hingga persalinan.
Kesehatan plasenta turut mempengaruhi kecukupan nutrisi, pertumbuhan, dan perkembangan janin di dalam rahim. (shr)
Baca juga: Tempat Pembuatan Darah Sebelum Terbentuknya Plasenta pada Embrio