Konten dari Pengguna

Tempat Pembuatan Darah Sebelum Terbentuknya Plasenta pada Embrio

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi tempat pembuatan darah sebelum terbentuknya plasenta pada embrio adalah. unsplash/hejpetrpepa
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi tempat pembuatan darah sebelum terbentuknya plasenta pada embrio adalah. unsplash/hejpetrpepa

Tempat pembuatan darah sebelum terbentuknya plasenta pada embrio menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipahami dalam proses perkembangan awal janin.

Pada tahap ini, embrio mengalami berbagai perubahan penting untuk mendukung pertumbuhan sel dan pembentukan sistem tubuh.

Proses tersebut berlangsung secara bertahap seiring perkembangan embrio, sebelum fungsi berbagai organ dan jaringan berkembang lebih lanjut.

Kantung Kuning Telur: Tempat Pembuatan Darah Sebelum Terbentuknya Plasenta pada Embrio

ilustrasi tempat pembuatan darah sebelum terbentuknya plasenta pada embrio adalah. unsplash/humblelamb

Tempat pembuatan darah sebelum terbentuknya plasenta pada embrio adalah kantung kuning telur (yolk sac). Berdasarkan penjelasan sciencedirect.com, struktur ini merupakan tempat pertama terjadinya pembentukan sel darah selama perkembangan embrio.

Kantung kuning telur berperan dalam menghasilkan sel darah merah primitif yang kemudian mengalami pematangan di dalam aliran darah. Proses pembentukan sel darah merah disebut eritropoiesis.

Pada tahap embrionik, kantung kuning telur menjadi tempat berlangsungnya proses tersebut. Sel darah merah primitif yang terbentuk akan mengalami pematangan, termasuk pengeluaran inti sel atau enukleasi.

Selain sel darah merah primitif, kantung kuning telur juga menghasilkan sel progenitor eritroid definitif, mieloid, dan multipoten yang berperan dalam perkembangan sistem pembentukan darah.

Kantung kuning telur memiliki peran penting dalam perkembangan awal sistem pembentukan darah. Pada manusia dan tikus, pola kemunculan sel progenitor hematopoietik di bagian ini menunjukkan kesamaan.

Dalam tahap tertentu, sel darah merah primitif dan sel progenitor eritroid definitif dapat diproduksi secara bersamaan. Sel progenitor yang berasal dari kantung kuning telur diduga dapat berpindah melalui aliran darah menuju hati yang sedang berkembang.

Sel tersebut berpotensi membantu pembentukan sel darah matang untuk memenuhi kebutuhan metabolisme embrio yang terus tumbuh. Namun, hubungan antara sel progenitor dari kantung kuning telur dan sel punca hematopoietik embrionik belum dapat dijelaskan sepenuhnya.

Plasenta atau ari-ari merupakan organ yang berkembang selama kehamilan dan terhubung dengan janin melalui tali pusar. Plasenta terbentuk sejak awal kehamilan, sekitar 7–10 hari setelah pembuahan.

Organ ini mendukung pertumbuhan janin melalui pertukaran oksigen, zat gizi, dan sisa metabolisme antara ibu dan janin. Meskipun sama-sama berperan dalam perkembangan embrio, kantung kuning telur dan plasenta memiliki fungsi berbeda.

Kantung kuning telur menjadi tempat awal pembentukan sel darah, sedangkan plasenta mendukung kebutuhan janin selama kehamilan. Dengan demikian, pembentukan darah pada tahap awal tidak berlangsung di plasenta, melainkan dimulai di kantung kuning telur.

Tempat pembuatan darah sebelum terbentuknya plasenta pada embrio adalah kantung kuning telur atau yolk sac. Bagian ini berperan dalam pembentukan sel darah merah primitif dan berbagai sel progenitor darah.

Seiring perkembangan embrio, sistem pembentukan darah mengalami tahapan lanjutan untuk mendukung pertumbuhan dan kebutuhan metabolisme janin. (Rahma)

Baca juga: Mengenal Makhluk Hidup yang Dapat Membuat Makanan Sendiri dan Cara Kerjanya