Kawung adalah Motif Batik yang Berasal dari Mana? Ini Asal Usulnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Batik adalah warisan budaya Indonesia yang indah, sarat makna, dan nilai filosofi. Dari sekian banyak motif batik yang ada dan menjadi ciri khas masing-masing daerah, kawung adalah salah satu motif batik yang paling ikonik.
Keindahan batik terletak pada coraknya dan pada nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalam setiap motifnya. Batik Indonesia bahkan telah diakui dunia melalui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak tanggal 2 Oktober 2009.
Kawung adalah Motif Batik
Batik motif kawung adalah yang berasal dari Pulau Jawa, khususnya berkembang di masa Kerajaan Mataram. Dikutip dari budaya.jogjaprov.go.id, motif kawung diyakini diciptakan oleh seorang sultan dari Mataram sebagai simbol nilai-nilai kehidupan yang luhur.
Jejak awal motif kawung bahkan sudah ditemukan sejak abad ke-13, yaitu terlihat pada ukiran di dinding candi-candi kuno seperti Candi Prambanan.
Istilah “kawung” diambil dari buah kawung, yaitu sejenis buah dari pohon aren atau kolang-kaling. Bentuk buah ini kemudian diadaptasi menjadi pola bulat yang tersusun rapi dan simetris, hingga menciptakan desain geometris yang khas dan mudah dikenali.
1. Makna Motif Kawung Secara Filosofis
Batik motif kawung memiliki makna filosofis yang mendalam. Secara filosofi, kawung melambangkan kemurnian, kesempurnaan, dan kesucian. Pola lingkarannya menggambarkan keseimbangan hidup serta harmoni antara manusia dan alam.
Selain itu, motif ini juga dikaitkan dengan konsep “suwung” dalam budaya Jawa, yang artinya kekosongan. Kekosongan di sini artinya bukan hampa, melainkan kondisi batin yang bebas dari hawa nafsu dan kepentingan duniawi. Filosofi ini mengajarkan pentingnya kebijaksanaan, pengendalian diri, hidup dengan sederhana, serta tidak berlebihan.
Dalam dunia pewayangan, motif kawung diasosiasikan dengan Semar, yaitu sosok yang dikenal bijaksana, rendah hati, dan penuh kebajikan. Hal ini memperkuat makna moral yang terkandung dalam motif kawung.
2. Keunikan Motif Kawung dan Penggunaannya
Pada masa lalu, motif kawung tergolong motif batik yang sakral dan hanya boleh dikenakan oleh kalangan keluarga kerajaan. Hal ini karena nilai filosofinya yang tinggi serta simbol kekuasaan dan kebijaksanaan.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman, motif kawung kini dapat dikenakan oleh siapa saja. Motif ini cukup populer karena desainnya yang sederhana dan elegan, serta makna filosofinya yang relevan sepanjang masa.
Kawung adalah motif batik yang berasal dari Pulau Jawa dan memiliki akar sejarah kuat sejak masa Kerajaan Mataram. Saat ini, batik motif kawung adalah salah satu motif yang indah secara visual, serta kaya nilai budaya dan filosofi kehidupan. (Win)
Baca juga: Plankton adalah Apa? Kenali Peran Besarnya dalam Rantai Makanan