Konten dari Pengguna

Kenapa Air Laut Tidak Habis Meski Terus Menguap? Ini Fakta Menariknya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Air Laut Tidak Habis Meski Terus Menguap. Foto: Unsplash/Brice Cooper
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Air Laut Tidak Habis Meski Terus Menguap. Foto: Unsplash/Brice Cooper

Kenapa air laut tidak habis meski terus menguap menjadi informasi menarik yang dapat dijelaskan melalui siklus air yang berlangsung terus-menerus di alam.

Air di bumi memang terus bergerak dan berubah bentuk, mulai dari laut, sungai, danau, tanah, hingga atmosfer. Proses tersebut membuat air tidak sekadar menghilang ketika terkena panas matahari, melainkan berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Kenapa Air Laut Tidak Habis Meski Terus Menguap?

Ilustrasi Kenapa Air Laut Tidak Habis Meski Terus Menguap, foto/frank mckenna

Kenapa air laut tidak habis meski terus menguap? Mengutip dari situs www.usgs.gov, ketika sinar matahari memanaskan permukaan laut, sebagian air berubah menjadi uap dan naik ke atmosfer.

Proses ini disebut evaporasi atau penguapan. Air yang menguap tidak lenyap begitu saja karena uap tersebut akan mengalami perubahan dalam tahapan berikutnya dari siklus air.

Di atmosfer, uap air dapat mengalami pendinginan dan berubah menjadi titik-titik air melalui proses kondensasi. Kumpulan titik air tersebut kemudian membentuk awan.

Ketika kondisi atmosfer memungkinkan, air dari awan turun kembali ke permukaan bumi dalam bentuk hujan atau presipitasi. Air hujan yang mencapai daratan memiliki beberapa jalur.

Sebagian meresap ke dalam tanah dan mengisi kembali air tanah, sedangkan sebagian lainnya mengalir melalui sungai dan berbagai saluran air menuju laut.

Air dari permukaan tanah, tumbuhan, dan badan air juga dapat kembali ke atmosfer melalui penguapan dan transpirasi.

Siklus tersebut berlangsung berulang-ulang sehingga jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, meskipun terus berpindah tempat dan mengalami perubahan wujud.

Laut menjadi salah satu bagian terbesar dalam sistem perputaran tersebut karena menerima aliran air dari daratan sekaligus melepaskan air melalui penguapan.

Meskipun air laut tidak habis karena penguapan, bukan berarti jumlah air di setiap tempat selalu sama. Kekeringan, banjir, perubahan pola hujan, dan penggunaan air oleh manusia dapat memengaruhi ketersediaan air di suatu wilayah.

Oleh karena itu, keberadaan air di bumi tetap perlu dijaga dan digunakan secara bijaksana.

Demikianlah fakta menarik kenapa air laut tidak habis meski terus menguap dapat dijelaskan melalui siklus air yang membuat air terus berputar antara permukaan bumi dan atmosfer, bukan menghilang tanpa jejak. (Dista)

Baca Juga: Mengapa Air Laut Asin? Ini Penjelasan Sains yang Mudah Dipahami