Konten dari Pengguna

Kenapa Alpukat Cepat Matang Setelah Dipotong? Ini Penjelasan Lengkapnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Alpukat Cepat Matang Setelah Dipotong?. Foto: Unsplash/John Vid
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Alpukat Cepat Matang Setelah Dipotong?. Foto: Unsplash/John Vid

Kenapa alpukat cepat matang setelah dipotong? kondisi ini sering terlihat ketika sebagian alpukat yang belum sempat dihabiskan berubah tekstur dan warna dalam waktu relatif singkat.

Daging buah yang sebelumnya masih padat dapat menjadi lebih lunak, sementara permukaannya berubah kecokelatan setelah terkena udara.

Perubahan tersebut membuat alpukat yang sudah dipotong terlihat seperti lebih cepat mengalami proses pematangan dibandingkan buah yang masih utuh. Namun, ada beberapa proses alami pada jaringan buah yang membuat perubahan setelah dipotong berlangsung lebih cepat.

Hal yang Menyebabkan Kenapa Alpukat Cepat Matang Setelah Dipotong?

.Ilustrasi Kenapa Alpukat Cepat Matang Setelah Dipotong?. Foto: Unsplash/John Vid

Kenapa alpukat cepat matang setelah dipotong? dikutip dari laman postharvest.ucdavis.edu, alpukat termasuk buah klimakterik yang mengalami peningkatan produksi etilen ketika memasuki proses pematangan.

Etilen merupakan hormon alami tumbuhan yang berperan dalam mengatur pematangan buah. Pada alpukat, produksi etilen meningkat setelah buah dipanen dan terus bertambah ketika proses pematangan berlangsung.

Ketika alpukat dipotong, jaringan daging buah mengalami luka akibat sayatan menunjukkan bahwa pemotongan jaringan alpukat dapat segera memicu respons yang berkaitan dengan etilen.

Kondisi tersebut membuat proses yang biasanya berlangsung lebih lambat pada buah utuh dapat berjalan lebih cepat pada jaringan yang sudah dipotong.

Selain berkaitan dengan etilen, permukaan daging alpukat yang terbuka juga langsung bersentuhan dengan oksigen di udara. Kontak tersebut menyebabkan perubahan warna pada bagian yang terpotong sehingga daging buah dapat terlihat kecokelatan.

Perubahan warna ini dikenal sebagai pencokelatan enzimatis dan tidak selalu berarti seluruh bagian alpukat sudah benar-benar matang.

Alpukat sendiri memiliki karakteristik yang berbeda dari beberapa buah lainnya karena umumnya tidak mengalami pematangan penuh ketika masih melekat pada pohon.

Setelah dipanen, buah kemudian memasuki proses pematangan yang ditandai dengan pelunakan daging, perubahan warna kulit pada beberapa varietas, serta perubahan karakteristik tekstur dan rasa.

Penelitian lain juga menemukan bahwa potongan daging alpukat dapat mengalami pematangan dalam waktu sekitar beberapa hari dan menunjukkan peningkatan produksi etilen yang berkaitan dengan proses tersebut.

Respons ini disebut sebagai wound ethylene, yaitu produksi etilen yang muncul sebagai respons terhadap kerusakan atau luka pada jaringan buah.

Karena itu, alpukat yang sudah dipotong memang dapat mengalami perubahan lebih cepat. Selain proses pematangan yang dipengaruhi etilen, permukaan daging buah yang terbuka juga lebih mudah mengalami pencokelatan akibat kontak dengan udara.

Menyimpan sisa alpukat dalam wadah tertutup dan suhu dingin dapat membantu memperlambat perubahan tersebut.(Yolan)

Baca juga: Kenapa Pisang Cepat Menghitam? Ini Alasan di Baliknya