Konten dari Pengguna

Kenapa Pisang Cepat Menghitam? Ini Alasan di Baliknya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Pisang Cepat Menghitam, Foto:Unsplash/Maryam Sicard
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Pisang Cepat Menghitam, Foto:Unsplash/Maryam Sicard

Kenapa pisang cepat menghitam menjadi hal menarik untuk dipahami, terutama bagi yang sering menyimpan atau mengolah buah ini di rumah.

Perubahan warna pada pisang ternyata berkaitan dengan berbagai proses yang terjadi setelah buah dipanen dan selama berada di lingkungan terbuka.

Suhu, udara, tingkat kematangan, hingga cara penyimpanan dapat ikut memengaruhi perubahan yang terlihat pada permukaannya.

Kenapa Pisang Cepat Menghitam Setelah Dibeli?

Ilustrasi Kenapa Pisang Cepat Menghitam, Foto:Unsplash/Getty Images

Kenapa pisang cepat menghitam menjadi hal yang menarik untuk dipahami karena perubahan warna pada buah ini dapat terjadi hanya dalam beberapa hari setelah dibeli.

Pisang merupakan buah tropis yang dikenal memiliki rasa manis, tekstur lembut, dan kandungan gizi yang tinggi. Buah ini juga praktis dikonsumsi kapan saja.

Namun, seiring waktu, pisang yang awalnya masih segar dapat menjadi terlalu matang hingga kulitnya berubah warna menjadi cokelat dan akhirnya hitam.

Perubahan tersebut tidak terjadi begitu saja, melainkan berkaitan dengan proses alami yang berlangsung setelah pisang dipanen.

Karena itu, kondisi penyimpanan, lingkungan sekitar, serta tingkat kematangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perubahan pada buah ini.

Dikutip dari laman rri.co.id, perubahan kulit pisang menjadi hitam berkaitan dengan gas etilen, yaitu hormon alami yang diproduksi oleh buah untuk mempercepat proses pematangan.

Gas tersebut membantu mengubah zat pati atau karbohidrat di dalam buah menjadi gula sederhana. Seiring berlangsungnya proses tersebut, rasa pisang menjadi semakin manis.

Pisang termasuk buah klimakterik, yaitu buah yang tetap mengalami proses pematangan meskipun sudah dipetik dari pohonnya. Setelah dipanen, pematangan akan terus berlangsung, terutama apabila pisang disimpan di ruang terbuka dengan suhu yang hangat.

Selain gas etilen, suhu lingkungan dan paparan cahaya juga berperan dalam mempercepat perubahan warna pisang.

Suhu panas dapat mempercepat reaksi kimia di dalam buah sehingga kulit pisang berubah dari hijau menjadi kuning, kemudian cokelat, hingga akhirnya hitam.

Pisang yang disimpan di tempat lembap atau terkena sinar matahari langsung juga dapat mengalami perubahan lebih cepat.

Kondisi tersebut meningkatkan kadar air pada kulit pisang sehingga proses oksidasi berlangsung lebih cepat dan menyebabkan kulit menghitam lebih dini.

Untuk menjaga pisang tetap segar lebih lama, pisang dapat digantung dengan tangkai menghadap ke atas agar sirkulasi udara lebih merata.

Tangkainya juga dapat dibungkus menggunakan plastik atau aluminium foil untuk membantu menahan pelepasan gas etilen.

Selain itu, pisang sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan teduh, jauh dari sinar matahari langsung. Pisang juga sebaiknya tidak dicampur dengan buah lain yang menghasilkan etilen tinggi.

Sebagai pilihan penyimpanan, kantong kertas dapat digunakan karena tidak membuat pisang terlalu lembap seperti penggunaan kantong plastik. (KIKI)

Baca juga: Asal Usul Sungai Kapuas Berdasarkan Cerita Rakyat yang Berkembang