Konten dari Pengguna

Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul dari Laut? Ini Catatannya dalam Sejarah

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul dari Laut. Unsplash.com/Michael
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul dari Laut. Unsplash.com/Michael

Di antara Pulau Jawa dan Sumatra, terdapat gunung yang seolah-olah lahir dari laut dan tepatnya ada di Selat Sunda. Gunung itu adalah Anak Krakatau yang berarti “anak dari Krakatau”. Kenapa Anak Krakatau bisa muncul dari laut?

Kemunculan Anak Krakatau bukan keajaiban spontan yang terjadi secara tiba-tiba. Munculnya Anak Krakatau merupakan kelanjutan dari sejarah vulkanik yang sudah berlangsung selama berabad-abad.

Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul dari Laut di Selat Sunda

Ilustrasi Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul dari Laut. Unsplash.com/Rachel Lillis

Kenapa Anak Krakatau bisa muncul dari laut? Mengutip halaman legacy.itic.ioc-unesco.org, sebelum tahun 416 Masehi, wilayah Selat Sunda diperkirakan hanya memiliki satu pulau vulkanik saja sebelum adanya Gunung Anak Krakatau saat ini.

Kemudian terjadilah keruntuhan kaldera yang sangat besar dan membentuk beberapa pulau seperti Krakatau, Lang atau Panjang, dan Sertung.

Berabad-abad kemudian, tepatnya pada 26–27 Agustus 1883 Krakatau mengalami salah satu letusan terdahsyatnya yang pernah tercatat dalam sejarah umat manusia manusia.

Letusan tersebut melontarkan sebanyak 12–20 kilometer kubik material vulkanik dan menghancurkan hingga sebanyak dua pertiga pulau.

Bagian puncak yang sebelumnya mencapai ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut lantas berubah menjadi kawah yang kedalamannya sekitar 250 meter di bawah permukaan laut.

Ledakan Krakatau pada saat itu terdengar hingga ribuan kilometer jauhnya. Sementara tsunami yang ditimbulkan mencapai puluhan meter dan menyebabkan sekitar 36.000 kematian korban jiwa.

Meskipun Krakatau telah runtuh, aktivitas magma di bawah laut tidak ikut menghilang. Di dasar kaldera bekas Krakatau yang jaraknya sekitar 200–300 meter di bawah permukaan laut, magma kembali mencari jalan menuju permukaan.

Terbukti pada tahun 1927, letusan muncul kembali dari bawah laut. Dua tahun setelahnya, tepat pada 1929 material vulkanik yang terus menumpuk akhirnya menembus permukaan laut. Pada saat itu lahirlah sebuah gunung baru yang dikenal sebagai Anak Krakatau.

Dikutip dari halaman science.nasa.gov, Anak Krakatau tidak muncul begitu saja dari laut. Gunung ini terbentuk sedikit demi sedikit oleh letusan. Lava, abu, bom vulkanik, dan material lainnya yang keluar dari lubang erupsi hingga menumpuk di sekelilingnya.

Dalam kurun waktu puluhan tahun, tumpukan tersebut berkembang dan menjadi sebuah pulau gunung api. Lahirnya Anak Krakatau memperlihatkan betapa aktifnya perut bumi Indonesia.

Krakatau berlokasi di Busur Sunda, kawasan sepanjang sekitar 3.000 kilometer, tempat Lempeng Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

Pertemuan kedua lempeng ini menyediakan kondisi yang mendukung terbentuknya banyak gunung api dan seringnya gempa bumi di Indonesia.

Pertumbuhan Anak Krakatau berlangsung sangat cepat. Pada 2018, Anak Krakatau menunjukkan telah mencapai ketinggian sekitar 328 meter.

Namun, pertumbuhan tersebut sekaligus membuat gunung api ini rentan. Lerengnya curam dan tersusun dari material vulkanik yang belum terkonsolidasi. Aktivitas erupsi yang sangat intens juga menambah beban dan membuat lerengnya semakin tidak stabil.

Kekhawatiran itu terwujud pada 22 Desember 2018, saat sebagian tubuh Anak Krakatau runtuh ke laut dan memicu tsunami di pesisir Jawa dan Sumatra.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa Anak Krakatau adalah gunung yang “tumbuh dari laut” dan merupakan bagian dari siklus geologi.

Anak Krakatau terus bergerak, lahir dari kehancuran Krakatau, kemudian tumbuh kembali melalui kekuatan magma yang tersedia dari dalam bumi.

Letusan Krakatau pada 1883 adalah yang paling luar biasa bahkan mempengaruhi iklim dunia. Material vulkanik dan gas yang terlontar sangat tinggi ke atmosfer menyebar sangat luas.

Material tersebut mengurangi sebagian radiasi Matahari yang mencapai permukaan Bumi dan menyebabkan perubahan suhu serta warna langit di berbagai belahan dunia.

Penyebab utama kenapa Anak Krakatau bisa muncul dari laut adalah karena gunung ini terus bergerak. Krakatau juga tercatat telah mengubah bentuk Selat Sunda dan meninggalkan jejak pada atmosfer serta iklim planet bumi. (Win)

Baca juga: Asal Usul Gunung Krakatau dan Munculnya Anak Krakatau