Konten dari Pengguna

Kenapa Angka Romawi Masih Digunakan? Ini Alasan dan Fungsinya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Angka Romawi Masih Digunakan. : Pexels/Nanzui Palomin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Angka Romawi Masih Digunakan. : Pexels/Nanzui Palomin

Kenapa angka Romawi masih digunakan walaupun angka Arab lebih sederhana dan efisien untuk menghitung, penggunaannya hingga sampai saat ini tidak terlepas dari sejarah serta fungsi tertentu yang membuat sistem angka tersebut tetap dipertahankan.

Lambang seperti I, V, X, L, C, D, dan M masih dapat dijumpai pada berbagai penanda dan benda dalam kehidupan sehari-hari.

Kenapa Angka Romawi Masih Digunakan dalam Menghitung?

Ilustrasi Kenapa Angka Romawi Masih Digunakan. Foto: Unsplash/Ales Krivec

Kenapa angka Romawi masih digunakan? Mengutip dari situs rri.co.id, angka Romawi berasal dari peradaban Romawi kuno dan dahulu digunakan untuk mencatat jumlah maupun urusan perdagangan.

Sistem ini kemudian menyebar luas seiring perkembangan kekuasaan Romawi. Berbeda dari angka modern yang menggunakan nilai tempat, angka Romawi dibentuk melalui susunan simbol dengan nilai tertentu.

Penggunaannya memang tidak lagi menjadi pilihan utama untuk menghitung karena sistem angka Arab lebih sederhana dan efisien. Meskipun begitu, angka Romawi masih memiliki tempat khusus dalam sejumlah bidang.

Salah satu yang paling mudah ditemui adalah penomoran bab dan bagian dalam buku. Angka Romawi dapat memberikan pembeda visual antara bagian utama dengan subbagian atau penomoran biasa.

Angka Romawi juga sering digunakan pada jam dinding dan jam tangan, terutama untuk memberikan kesan klasik atau elegan. Pada sejumlah jam, angka 1 hingga 12 ditampilkan menggunakan simbol Romawi sehingga tampilannya memiliki karakter tersendiri.

Dalam penamaan tokoh kerajaan dan pemimpin agama, angka Romawi digunakan untuk menunjukkan urutan. Contohnya adalah Louis XIV atau Paus Yohanes Paulus II.

Penulisan seperti ini membuat posisi seseorang dalam rangkaian nama yang sama dapat diketahui secara langsung.

Selain itu, angka Romawi masih digunakan untuk penamaan acara olahraga, penghargaan, periode sejarah, dan tahun tertentu. Dalam budaya populer, sistem tersebut juga sering muncul pada judul film atau seri yang memiliki beberapa bagian.

Keberadaannya hingga saat ini menunjukkan bahwa sebuah sistem penulisan angka tidak selalu bertahan karena kepraktisannya.

Angka Romawi justru memiliki nilai sejarah, fungsi pembeda, serta tampilan yang khas. Penggunaannya juga cenderung muncul pada konteks tertentu yang membutuhkan identitas visual atau tradisional.

Demikianlah alasan angka Romawi masih dapat dijumpai di tengah penggunaan angka modern yang jauh lebih dominan.

Warisan dari masa lalu tersebut tetap memiliki fungsi tersendiri dalam berbagai kebutuhan, sehingga kenapa angka Romawi masih digunakan dapat dipahami dari nilai sejarah dan kegunaannya hingga saat ini. (Dista)

Baca Juga: Aksara Kuno di Indonesia yang Menjadi Bukti Peradaban Nusantara Sejak Dahulu