Konten dari Pengguna

Kenapa Beberapa Jalur MRT Berada di Bawah Tanah? Ini Alasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Beberapa Jalur MRT Berada di Bawah Tanah. Foto: Unsplash/Kristian Tandjung
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Beberapa Jalur MRT Berada di Bawah Tanah. Foto: Unsplash/Kristian Tandjung

Kenapa beberapa jalur MRT berada di bawah tanah menjadi salah satu pilihan dalam pembangunan sistem transportasi modern terutama di kawasan perkotaan yang padat.

Jalur kereta tidak selalu dapat dibangun di atas permukaan karena ruang kota terbatas dan harus berbagi tempat dengan jalan raya gedung serta berbagai fasilitas umum.

Fakta-Fakta Kenapa Beberapa Jalur MRT Berada di Bawah Tanah? Ini Faktanya

Ilustrasi Kenapa Beberapa Jalur MRT Berada di Bawah Tanah. Foto: Unsplash/Rendy Novantino

Kenapa beberapa jalur MRT berada di bawah tanah? Dikutip dari Buku Revolusi Transportasi, Bambang Susantono, (2014:109), salah satu alasan utamanya adalah keterbatasan lahan.

Di pusat kota yang sudah dipenuhi bangunan dan jalan, menyediakan jalur baru di permukaan dapat membutuhkan pembebasan lahan yang luas. Jalur bawah tanah memungkinkan kereta melintas tanpa harus mengubah terlalu banyak tata ruang di atasnya.

Penggunaan jalur bawah tanah juga dapat membantu mengurangi gangguan terhadap aktivitas di permukaan. Jalan raya tetap dapat digunakan kendaraan sementara kereta bergerak di ruang bawah tanah.

Persimpangan dengan jalan atau bangunan tertentu juga dapat dilewati tanpa harus membuat jalur kereta memotong langsung area yang sudah ramai.

Faktor lain yang diperhatikan adalah efisiensi perjalanan. Jalur bawah tanah memungkinkan pembangunan lintasan yang lebih langsung pada kawasan tertentu tanpa terlalu banyak mengikuti kondisi jalan di permukaan.

Hal ini dapat membantu menciptakan jaringan transportasi yang terintegrasi dan mendukung mobilitas masyarakat di wilayah dengan aktivitas tinggi.

Selain persoalan ruang, jalur bawah tanah juga dapat memberikan keuntungan dari sisi lingkungan perkotaan.

Pemandangan kota tidak terganggu oleh struktur rel yang membentang di atas jalan. Kebisingan dari perjalanan kereta juga dapat lebih terkendali karena aktivitas utama berlangsung di bawah permukaan.

Meskipun memiliki sejumlah kelebihan, pembangunan MRT bawah tanah bukan perkara sederhana. Proses penggalian membutuhkan teknologi khusus, perencanaan matang, serta biaya pembangunan dan pemeliharaan yang besar.

Kondisi tanah, kedalaman jalur, keberadaan bangunan, saluran air, hingga jaringan utilitas di bawah kota perlu diperhitungkan sebelum proyek dimulai.

Oleh karena itu, keputusan menempatkan jalur MRT di bawah tanah biasanya disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah.

Kota dengan lahan terbatas dan kepadatan tinggi memiliki alasan lebih kuat untuk memilih solusi tersebut, sedangkan wilayah yang ruangnya masih luas dapat menggunakan jalur layang atau jalur permukaan.

Demikianlah gambaran mengenai pilihan desain dalam pembangunan transportasi perkotaan.

Jalur bawah tanah bukan sekadar dibuat agar kereta tersembunyi dari pandangan, melainkan merupakan solusi untuk menghadapi keterbatasan ruang dan kebutuhan mobilitas kota, sehingga kenapa beberapa jalur MRT berada di bawah tanah dapat dipahami dari berbagai pertimbangan tersebut. (Dista)

Baca Juga: Arti Kode Rute pada TransJakarta Agar Tidak Salah Naik Bus