Konten dari Pengguna

Kenapa Daun Talas Sulit Basah? Simak Proses Alaminya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Daun Talas Sulit Basah, Foto:Unsplash/Kwang Javier
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Daun Talas Sulit Basah, Foto:Unsplash/Kwang Javier

Kenapa daun talas sulit basah menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan. Padahal, secara kasatmata, daun talas tetap terlihat terkena air seperti tanaman lainnya.

Namun, air tidak mudah menempel atau menyebar pada permukaannya.

Fenomena sederhana ini menunjukkan bahwa setiap tumbuhan memiliki karakteristik permukaan yang berbeda.

Kenapa Daun Talas Sulit Basah Saat Terkena Air

Ilustrasi Kenapa Daun Talas Sulit Basah, Foto:Unsplash/Jason Hawke ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ฆ

Kenapa daun talas sulit basah berkaitan dengan karakteristik khusus yang terdapat pada permukaannya. Ketika terkena tetesan air, daun talas tidak mudah menyerap atau membuat air menyebar di seluruh permukaan.

Sebaliknya, air cenderung tetap berbentuk butiran sehingga tidak langsung membasahi daun. Kondisi tersebut terjadi karena permukaan daun talas memiliki lapisan dan struktur tertentu yang membuat air tidak mudah menempel.

Karakteristik ini dapat terlihat ketika daun terkena hujan atau percikan air, sebab tetesan air tetap berada di atas permukaan daun dan tidak menyebar seperti pada permukaan yang mudah basah.

Dikutip dari akun Instagram @flippy_010, permukaan daun talas dilapisi oleh zat lilin khusus yang berperan dalam membuat air tidak mudah menempel. Lapisan tersebut menjadi salah satu faktor yang memberikan karakter penolak air pada daun.

Ketika tetesan air menyentuh permukaan, keberadaan zat lilin membuat air lebih cenderung bertahan sebagai butiran daripada menyebar dan membasahi permukaan daun secara merata.

Selain lapisan lilin, permukaan daun talas juga memiliki struktur mikro dan nano. Struktur tersebut turut menciptakan sifat hidrofobik atau penolak air.

Sifat hidrofobik membuat air tidak mudah melekat pada permukaan sehingga tetesan air dapat tetap berada dalam bentuk butiran. Dengan demikian, air yang mengenai daun talas tidak langsung menyebar dan membentuk lapisan basah pada permukaannya.

Perpaduan antara zat lilin khusus dan struktur mikro serta nano membuat permukaan daun talas memiliki sifat hidrofobik. Kedua karakteristik tersebut bekerja pada permukaan daun sehingga air menjadi lebih sulit menempel.

Karena itulah, tetesan air yang jatuh di atas daun talas dapat terlihat mengilap dan tetap berbentuk butiran, meskipun permukaannya telah terkena air.

Karakteristik tersebut menunjukkan bahwa permukaan daun talas memiliki kemampuan untuk menolak air. Lapisan lilin khusus serta struktur mikro dan nano menjadi bagian yang membuat air tidak mudah menyebar.

Oleh karena itu, daun talas tetap sulit basah ketika terkena air karena permukaannya memiliki sifat hidrofobik yang membuat tetesan air tidak mudah menempel. (ARIF)

Baca juga: Mengapa Daun Tanaman Bisa Berubah Warna dan Mengering? Ini Jawabannya