Kenapa Debu Vulkanik Bisa Menyebar Sangat Jauh? Cek Fenomena Alamnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa debu vulkanik bisa menyebar sangat jauh? Pertanyaan ini banyak diajukan masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Debu vulkanik yang berasal dari gunung api memiliki ukuran yang sangat kecil. Partikel kecil ini dapat terangkat tinggi ke atmosfer, yang kemudian terbawa oleh angin sangat jauh.
Kenapa Debu Vulkanik Bisa Menyebar Sangat Jauh? Ketahui Penjelasan Fenomena Alamnya di Sini
Kenapa debu vulkanik bisa menyebar sangat jauh? Yang terjadi sesungguhnya adalah, debu vulkanik sebenarnya tidak terbang sendiri sejauh ribuan kilometer. Debu vulkanik mengikuti sistem pergerakan udara di atmosfer.
Terjadinya letusan eksplosif menyebabkan tekanan gas di dalam magma dapat menyebabkan magma dan batuan terpecah menjadi partikel-partikel yang sangat halus.
Dikutip dari volcanoes.usgs.gov, abu vulkanik memiliki ukuran kurang dari 2 mm. Sebagian partikelnya jauh lebih kecil hingga berukuran seperti debu.
Partikel yang besar langsung jatuh di sekitar gunung, sedangkan partikel yang sangat kecil dapat tetap melayang di udara dan terbawa oleh angin.
Energi letusan menyebabkan campuran gas, abu, dan udara panas membentuk kolom erupsi yang dapat menjulang mencapai beberapa kilometer hingga puluhan kilometer.
Plume letusan eksplosif dapat naik sejauh puluhan kilometer sebelum menyebar secara horizontal membentuk semacam awan vulkanik.
Semakin tinggi abu vulkanik mencapai atmosfer, maks akan semakin besar peluangnya masuk ke lapisan udara dengan angin yang lebih kuat serta pola pergerakan berbeda.
Setelah berada di atmosfer, abu akan mengikuti arah dan kecepatan angin. Arah dan kecepatan angin dapat berubah sesuai ketinggian.
Karena itu, abu pada ketinggian tertentu dapat bergerak ke arah yang berbeda dengan abu yang berada lebih dekat dengan permukaan. Inilah penyebab awan abu tidak selalu bergerak lurus mengikuti arah angin di permukaan.
Abu yang sangat kecil dapat bergerak sejauh puluhan hingga ribuan kilometer. Hal ini bergantung pada kecepatan angin, jumlah abu yang dilepaskan, dan seberapa tinggi kolom erupsi mencapai atmosfer.
Catatan USGS juga menerangkan bahwa awan abu dari letusan tertentu dapat bergerak sejauh ribuan mil. Bahkan, dalam beberapa kasus abu ini bisa ikut mengelilingi Bumi.
Jarak penyebaran abu terutama ditentukan oleh kekuatan letusan. Setelah itu tingkat kejauhannya merupakan hasil interaksi antara ukuran partikel abu, ketinggian kolom erupsi, jumlah abu, kecepatan, dan arah angin serta kondisi atmosfer.
Dan yang menarik, awan abu yang sudah terlalu tipis dalam penglihatan mata manusia tetap dapat membahayakan pesawat pesawat terbang. Hal itu karena partikel abu vulkanik bersifat keras dan abrasif hingga dapat mengganggu mesin pesawat.
Itulah jawaban kenapa debu vulkanik bisa menyebar sangat jauh. Selain itu, pemantauan awan abu di udara diperlukan sebagai bagian penting dari keselamatan, khususnya sektor penerbangan. (Aya)
Baca juga: Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul dari Laut? Ini Catatannya dalam Sejarah