Konten dari Pengguna

Kenapa Eskalator Memiliki Garis Kuning? Ini Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Eskalator Memiliki Garis Kuning, Foto:Unsplash/Leire Cavia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Eskalator Memiliki Garis Kuning, Foto:Unsplash/Leire Cavia

Kenapa eskalator memiliki garis kuning hal menarik untuk diperhatikan karena garis tersebut tidak hadir tanpa tujuan.

Posisi, warna, dan bentuknya berada pada area yang berkaitan langsung dengan aktivitas penumpang ketika menggunakan eskalator.

Ketika arus orang bergerak naik dan turun secara bersamaan, keberadaan penanda visual seperti ini menjadi bagian dari lingkungan yang membantu menciptakan ruang yang lebih tertata.

Kenapa Eskalator Memiliki Garis Kuning yang Terlihat Mencolok

Ilustrasi Kenapa Eskalator Memiliki Garis Kuning, Foto:Unsplash/Teemu Laukkarinen

Kenapa eskalator memiliki garis kuning menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan, terutama karena warna tersebut hampir selalu terlihat pada bagian tepi anak tangga.

Saat eskalator digunakan, perhatian biasanya lebih tertuju pada gerakan anak tangga yang membawa penumpang naik atau turun. Padahal, terdapat sejumlah bagian kecil yang dirancang untuk mendukung keamanan selama perjalanan.

Salah satunya adalah garis kuning yang mengelilingi setiap anak tangga. Kehadirannya bukan sekadar bagian dari tampilan eskalator, melainkan berkaitan dengan posisi penumpang ketika berdiri di atas anak tangga yang terus bergerak.

Berdasarkan informasi dari nowiknow.com, di sisi anak tangga eskalator terdapat sikat-sikat kecil yang mungkin selama ini dianggap sebagai alat untuk membersihkan bagian samping sepatu.

Sikat tersebut disebut sikat eskalator. Meskipun bentuknya menyerupai sikat pembersih, fungsi utamanya bukan untuk menghilangkan debu, kotoran, atau serpihan dari sepatu. Sikat itu berkaitan dengan keselamatan penumpang.

Eskalator memiliki celah kecil di antara bagian samping dan rangkaian roda gigi serta motor yang berada di bawahnya. Celah tersebut disebut “rok”. Apabila benda atau bagian tubuh masuk ke celah tersebut, risiko terjepit dapat terjadi.

Garis kuning pada anak tangga membantu memberikan tanda visual agar penumpang tidak berdiri terlalu dekat dengan tepi. Sementara itu, sikat eskalator memberikan rangsangan ketika sepatu atau kaki terlalu mendekati sisi.

Sentuhan pada bulu sikat dapat membuat seseorang secara naluriah menjauh, sehingga posisi berdiri menjadi lebih aman. Sikat tersebut juga membantu mencegah pakaian, barang bawaan, atau benda lain masuk ke bagian bawah eskalator.

Risiko terjepit pada eskalator dapat menyebabkan cedera serius. Dalam perubahan aturan keselamatan eskalator di California, badan legislatif bahkan mencantumkan insiden seorang anak berusia empat tahun yang kehilangan tiga jari kaki akibat terjebak di eskalator.

Schindler menjelaskan bahwa cara paling efektif mencegah kecelakaan adalah menjaga sepatu, kaki, dan tangan tetap jauh dari celah.

Kenapa eskalator memiliki garis kuning?

Garis kuning dan sikat di sisi eskalator merupakan bagian dari upaya keselamatan. Sikat tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk membersihkan sepatu karena tindakan itu justru bertentangan dengan fungsi utamanya dan dapat berbahaya.

Sebagai fakta tambahan, di Amerika Serikat bunyi “ding” pada lift memiliki arti tertentu. Satu bunyi menandakan lift sedang naik, sedangkan dua bunyi menunjukkan lift sedang turun.

Sistem ini berkaitan dengan persyaratan ADA untuk membantu penyandang tunanetra menentukan lift yang sesuai. (DANI)

Baca juga: Kenapa Eskalator Mal Sering Ditempatkan Berdekatan? Ini Alasannya