Konten dari Pengguna

Kenapa Film Hollywood Sering Punya Post Credit Scene? Ini Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Film Hollywood Sering Punya Post Credit Scene, Foto:Unsplash/Felix Mooneeram
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Film Hollywood Sering Punya Post Credit Scene, Foto:Unsplash/Felix Mooneeram

Rasa penasaran tentang kenapa film Hollywood sering punya post credit scene yang membuat penonton rela menunda langkah keluar dari studio.

Adegan singkat yang hadir setelah kredit terkadang menjadi bagian yang paling dinantikan, bahkan dapat memicu berbagai dugaan setelah film berakhir.

Menariknya, keberadaan adegan tambahan semacam ini bukan sekadar kebiasaan baru dalam perfilman.

Kenapa Film Hollywood Sering Punya Post Credit Scene dan Menarik Perhatian Penonton

Ilustrasi Kenapa Film Hollywood Sering Punya Post Credit Scene, Foto:Unsplash/Jeremy Yap

Kenapa film Hollywood sering punya post credit scene menjadi pertanyaan yang muncul ketika penonton melihat adegan tambahan setelah kredit utama mulai bergulir.

Post credit scene merupakan klip singkat yang ditempatkan di tengah atau setelah kredit film. Penggunaannya telah berkembang di berbagai genre, tetapi semakin dikenal melalui film-film waralaba, terutama superhero.

Kehadiran adegan tersebut umumnya berkaitan dengan kebutuhan untuk memberikan petunjuk mengenai cerita berikutnya, memperkenalkan karakter baru, atau menyampaikan bagian tambahan yang masih berhubungan dengan film.

Dengan cara ini, cerita tidak selalu berhenti sepenuhnya ketika adegan utama berakhir.

Berdasarkan informasi dari movieweb.com, konsep post credit scene sebenarnya bukan berasal dari film superhero modern.

Teknik tersebut sudah muncul pada 1966 melalui The Silencers karya Phil Karlson yang dibintangi Dean Martin.

Dalam film itu, adegan tambahan menampilkan Matt Helm yang dikelilingi perempuan dan memberikan petunjuk mengenai kemungkinan kembalinya karakter tersebut dalam film berikutnya.

Setelah itu, penggunaan adegan setelah kredit semakin dikenal melalui The Muppet Movie.

Film-film dalam waralaba The Muppet memanfaatkan bagian tersebut untuk menghadirkan humor dengan cara memecahkan dinding keempat dan berinteraksi secara langsung dengan penonton.

Pada 1980-an, post credit scene mulai lebih sering digunakan dalam film komedi, seperti Airplane! dan Ferris Bueller's Day Off.

Seiring perkembangannya, fungsinya menjadi semakin beragam. Pembuat film dapat menggunakannya untuk menyelesaikan cerita yang belum tuntas, memberikan petunjuk mengenai sekuel, menampilkan adegan lucu, memperlihatkan blooper, atau menghadirkan kejutan tambahan.

School of Rock, misalnya, menampilkan penampilan terakhir band ketika kredit berjalan, sedangkan Matrix Reloaded memperlihatkan trailer Matrix Revolutions pada bagian akhir.

Popularitasnya semakin kuat ketika waralaba besar Hollywood mulai menggunakannya secara konsisten. Dalam Marvel Cinematic Universe, post credit scene menjadi bagian yang sangat dikenal setelah Iron Man dan Iron Man 2 memberikan petunjuk menuju The Avengers.

Setelah itu, adegan tambahan kerap digunakan untuk memperkenalkan pahlawan atau penjahat yang akan muncul dalam film berikutnya. Namun, tidak semuanya berisi petunjuk serius.

Salah satu contohnya adalah adegan para anggota Avengers yang makan di restoran shawarma setelah Pertempuran New York.

Selain film superhero, teknik ini juga digunakan dalam film horor seperti seri The Conjuring, baik untuk memberikan petunjuk tentang spin-off maupun menghadirkan kejutan terakhir.

Dengan demikian, alasan utama film Hollywood menggunakan post credit scene adalah untuk menambahkan informasi, humor, kejutan, atau petunjuk yang berkaitan dengan cerita tanpa mengganggu alur utama film.

Perkembangan penggunaannya membuat penonton memiliki alasan untuk tetap menyaksikan kredit hingga selesai. (DANI)

Baca juga: Kenapa Bioskop Menggunakan Ruangan yang Gelap? Ini Tujuannya