Konten dari Pengguna

Kenapa Foto Langit Malam dari HP Tidak Seperti yang Dilihat Mata? Ini Jawabannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa Foto Langit Malam dari HP Tidak Seperti yang Dilihat Mata. Unsplash.com/Thomas Chizzali
zoom-in-whitePerbesar
Kenapa Foto Langit Malam dari HP Tidak Seperti yang Dilihat Mata. Unsplash.com/Thomas Chizzali

Saat keluar di malam hari, mata manusia dapat melihat bintang di langit berupa titik-titik. Kemudian saat mengarahkan kamera HP ke langit, hasilnya akan berbeda. Kenapa foto langit malam dari HP tidak seperti yang dilihat mata?

Saat mengaktifkan Night Mode pada kamera HP dan menekan tombol foto hasil yang muncul di layar berbeda dengan yang dilihat mata manusia.

Di layar HP, mata melihat jauh lebih banyak bintang dan langit yang tampak lebih terang. Bintang-bintang yang sebelumnya terlihat putih menunjukkan warna kekuningan, kebiruan, atau kemerahan.

Kenapa Foto Langit Malam dari HP Tidak Seperti yang Dilihat Mata Manusia?

Kenapa Foto Langit Malam dari HP Tidak Seperti yang Dilihat Mata. Unsplash.com/Fabian Schneider

Kenapa foto langit malam dari HP tidak seperti yang dilihat mata? Jawabannya bukan karena kamera lebih hebat daripada mata manusia. Perbedaannya ada pada cara mata dan kamera menangkap cahaya.

Mengutip penjelasan akariphototours.com, mata manusia mempunyai dua jenis sel utama yang sensitif terhadap cahaya, yaitu cones (sel kerucut) dan rods (sel batang).

Cones tugasnya membantu manusia melihat warna. Ketika siang hari dan cahaya berlimpah, cones bekerja dengan sangat baik. Itu sebabnya manusia bisa membedakan berbagai warna dengan jelas.

Namun saat malam semakin gelap, jumlah cahaya yang masuk ke mata semakin sedikit. Tubuh pun melakukan penyesuaian dan mata menjadi bergantung pada rods.

Rods sangat sensitif terhadap cahaya redup. Sel ini membantu manusia melihat sesuatu yang hampir tidak terlihat dalam kegelapan.

Namun, ada satu kekurangannya, yaitu rods hampir tidak bisa memberikan informasi warna. Inilah alasan mengapa langit malam yang penuh warna sering terlihat hampir hitam-putih oleh mata manusia.

Bintang sebenarnya memiliki warna agak kekuningan. Warna itu memang ada, namun cahaya yang sampai ke mata manusia sangat lemah. Dalam kondisi itu, otak lebih banyak menerima informasi dari rods daripada cones.

Akibatnya, manusia melihat bintang hanya sebagai “titik cahaya putih.” Hal ini bukan karena bintang tidak berwarna, namun karena cahaya yang diterima mata tidak kuat untuk membuat warna tampak jelas.

Sedangkan kamera HP memiliki sensor yang menangkap cahaya. Misalnya, HP menggunakan exposure selama 10 detik. Selama itu, sensor terus menerima cahaya dari bintang, awan, dan lanskap yang sangat gelap.

Cahaya yang terlalu lemah awalnya untuk menghasilkan gambar yang jelas, perlahan terkumpul menjadi sinyal yang lebih kuat.

Itulah yang menyebabkan setelah mengambil foto Night Mode, manusia akan melihat sesuatu yang sebelumnya hampir tidak terlihat oleh mata.

Kamera mengumpulkan cahaya selama periode exposure. Namun mata manusia tidak memiliki mekanisme shutter seperti itu.

Kenapa foto langit malam dari HP tidak seperti yang dilihat mata? Karena kamera mengumpulkan lebih banyak cahaya dan sistem pemrosesan HP memperkuat yang ditangkap sensor. Hasilnya membuat warna tidak terlihat mata manusia menjadi sangat jelas. (Win)

Baca juga: Penjelasan Kenapa Langit Berubah Warna Menjadi Merah Saat Matahari Terbenam