Penjelasan Kenapa Langit Berubah Warna Menjadi Merah Saat Matahari Terbenam
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa langit berubah warna menjadi merah saat matahari terbenam? Pertanyaan sederhana ini ternyata berkaitan dengan cara cahaya bergerak dan berinteraksi dengan berbagai partikel yang terdapat di atmosfer.
Saat posisi matahari semakin rendah, cahaya yang datang harus melewati lapisan atmosfer dalam jarak yang lebih panjang dibandingkan ketika matahari berada tinggi di langit.
Kondisi tersebut kemudian memengaruhi warna cahaya yang dapat terlihat oleh mata.
Kenapa Langit Berubah Warna Menjadi Merah Saat Matahari Terbenam dan Apa Penyebabnya?
Kenapa langit berubah warna menjadi merah saat matahari terbenam menjadi pertanyaan yang menarik ketika perubahan warna langit terlihat jelas menjelang malam.
Pada siang hari, langit umumnya tampak biru, tetapi ketika Matahari mulai bergerak mendekati cakrawala, warnanya perlahan berubah menjadi kuning, jingga, hingga merah.
Perubahan tersebut bukan hanya berkaitan dengan pergantian waktu, melainkan terjadi karena cahaya Matahari berinteraksi dengan atmosfer Bumi.
Dikutip dari laman timeanddate.com, sinar Matahari yang sampai ke Bumi merupakan cahaya tampak yang terlihat putih, tetapi sebenarnya tersusun atas berbagai warna dengan panjang gelombang yang berbeda.
Warna merah memiliki panjang gelombang lebih panjang, sedangkan biru dan ungu memiliki panjang gelombang lebih pendek.
Ketika Matahari berada tinggi di langit, cahaya melewati atmosfer dalam jarak yang relatif pendek. Cahaya biru dan ungu kemudian lebih banyak dihamburkan oleh molekul gas di atmosfer, sehingga langit terlihat biru.
Ketika Matahari mulai terbenam, kondisi tersebut berubah karena posisi Matahari semakin dekat dengan cakrawala.
Cahaya Matahari harus menempuh jarak yang lebih panjang melalui atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi. Selama perjalanan tersebut, cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek, seperti biru, ungu, dan hijau, mengalami hamburan berkali-kali.
Sementara itu, cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang, terutama merah, jingga, dan kuning, lebih banyak melewati atmosfer hingga akhirnya mencapai mata.
Proses inilah yang membuat warna merah dan jingga tampak lebih dominan ketika Matahari terbenam.
Selain itu, kondisi udara juga dapat memengaruhi warna yang terlihat.
Debu dan polutan di atmosfer dapat meredupkan warna langit serta menghambat sebagian cahaya, sehingga tampilan matahari terbenam dapat terlihat lebih kusam dibandingkan ketika udara lebih bersih. (KIKI)
Baca juga: Asal Usul Bukit Kelam Menurut Legenda Kalimantan Barat, Ini Kisah Lengkapnya