Kenapa Kalender Dimulai Hari Minggu? Cek Fakta Menariknya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa kalender dimulai hari Minggu? Topik ini mungkin terlihat sederhana, tetapi susunan hari dalam kalender ternyata memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan budaya, bahasa, dan kepercayaan masyarakat sejak zaman kuno.
Pada kalender yang banyak digunakan saat ini, hari Minggu biasanya ditempatkan sebagai hari pertama, kemudian diikuti Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu.
Kenapa Kalender Dimulai Hari Minggu Sebagai Hari Pertama?
Kenapa kalender dimulai hari Minggu? Dikutip dari laman gizmodo.com, salah satu alasan kalender dimulai pada hari Minggu berkaitan dengan pengaruh tradisi keagamaan dan budaya kuno.
Sistem pekan tujuh hari telah dikenal sejak zaman dahulu, termasuk oleh bangsa Mesir Kuno yang mengaitkan hari-hari dalam sepekan dengan benda langit dan dewa-dewa.
Bangsa Mesir Kuno kemudian memengaruhi bangsa Romawi dalam penggunaan pekan tujuh hari. Bagi bangsa Romawi, hari Minggu dikenal sebagai dies solis, yang berarti “hari Matahari”. Penyebutan tersebut berkaitan dengan penghormatan terhadap Matahari.
Istilah tersebut kemudian mengalami perubahan ketika digunakan oleh berbagai bangsa dan bahasa. Dalam bahasa Jerman Kuno, misalnya, hari Minggu disebut sunnon-dagaz. Istilah tersebut selanjutnya berkembang hingga menjadi sone(n)day dalam bahasa Inggris Pertengahan, yang kemudian menjadi Sunday dalam bahasa Inggris modern.
Selain pengaruh budaya kuno, posisi Minggu sebagai hari pertama juga berkaitan dengan tradisi Kristen. Dalam kisah penciptaan di Kitab Kejadian, hari pertama dikaitkan dengan penciptaan terang. Hal ini turut memperkuat kedudukan Minggu sebagai hari pertama dalam sebagian tradisi masyarakat.
Meskipun kalender yang umum digunakan di Indonesia menempatkan Minggu sebagai hari pertama, susunan tersebut sebenarnya tidak berlaku di semua budaya. Ada masyarakat yang menjadikan Senin sebagai awal pekan.
Dalam bahasa-bahasa Slavia, misalnya, hari Minggu justru berada di akhir pekan. Beberapa bahasa juga memiliki nama untuk hari Minggu yang tidak berkaitan dengan Matahari. Di Hungaria, hari Minggu disebut Vasárnap, yang berarti “hari pasar”.
Sementara itu, dalam kalender Tiongkok, Senin disebut xīngqīyī, yang berarti “hari pertama dalam sepekan”. Hal ini menunjukkan bahwa posisi suatu hari dalam kalender dapat berbeda tergantung tradisi dan sistem yang digunakan oleh suatu masyarakat.
Dengan demikian, alasan kalender dimulai hari Minggu tidak berasal dari satu keputusan modern yang berlaku di seluruh dunia. Posisi tersebut merupakan hasil dari perkembangan sejarah sistem pekan tujuh hari, pengaruh budaya kuno, bahasa, serta tradisi keagamaan.
Minggu telah lama dipandang sebagai hari pertama dalam sejumlah tradisi, termasuk melalui pengaruh sistem penanggalan dan kebudayaan yang berkembang dari Mesir Kuno, Romawi, hingga tradisi Kristen.
Namun, penting diketahui bahwa tidak semua masyarakat menggunakan Minggu sebagai awal pekan. Di banyak tempat, Senin justru dianggap sebagai hari pertama.
Jadi, jika melihat kalender yang menempatkan Minggu di kolom paling awal, susunan tersebut merupakan hasil dari sejarah panjang yang diwariskan selama berabad-abad, bukan karena Minggu secara universal harus menjadi hari pertama dalam setiap sistem kalender.
Itulah ulasan mengenai kenapa kalender dimulai hari Minggu yang menarik untuk diketahui. Informasi ini dapat menambah wawasan sekaligus menjawab rasa penasaran mengenai susunan hari dalam kalender. (Idaf)
Baca juga: Kenapa Tahun Kabisat Memiliki 366 Hari? Ini Penjelasannya