Konten dari Pengguna

Kenapa Kawah Gunung Berapi Bisa Semakin Besar Setelah Erupsi? Ini yang Terjadi

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Kawah Gunung Berapi Bisa Semakin Besar Setelah Erupsi,Foto:Unsplash/Joshua Kettle
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Kawah Gunung Berapi Bisa Semakin Besar Setelah Erupsi,Foto:Unsplash/Joshua Kettle

Kenapa kawah gunung berapi bisa semakin besar setelah erupsi? Perubahan bentuk kawah sebenarnya bukan hal yang aneh setelah gunung mengalami letusan besar. Dalam kondisi tertentu, bagian puncak gunung dapat mengalami perubahan yang cukup drastis.

Kawah yang sebelumnya berukuran relatif kecil bisa melebar karena material dari dalam gunung dikeluarkan dalam jumlah besar dan struktur disekitarnya tidak lagi mampu bertahan seperti sebelumnya.

Kenapa Kawah Gunung Berapi Bisa Semakin Besar Setelah Erupsi

Ilustrasi Kenapa Kawah Gunung Berapi Bisa Semakin Besar Setelah Erupsi,Foto:Unsplash/Alexander Gluschenko

Kenapa kawah gunung berapi bisa semakin besar setelah erupsi? Berikut adalah alasannya yang dikutip dari Jurnal Mekanisme erupsi ignimbrit Kaldera Maninjau, Sumatera Barat oleh Agung Pribadi,dkk (2007).

1. Letusan Dahsyat Mengeluarkan Magma Dalam Jumlah Besar

Salah satu proses yang dapat membuat kawah semakin besar terjadi ketika gunung mengalami letusan paroksismal, yaitu fase letusan dengan kekuatan yang sangat besar.

Dalam waktu yang relatif singkat, magma dan material vulkanik dalam jumlah besar terdorong keluar ke permukaan.

Pengeluaran material tersebut menyebabkan berkurangnya massa yang sebelumnya berada di bawah area puncak gunung. Kondisi ini dapat memPengaruhi kestabilan struktur batuan yang menopang bagian atas gunung.

2. Dinding Kawah Mengalami Kerusakan

Letusan yang sangat kuat tidak hanya mengeluarkan magma, tetapi juga dapat menghancurkan atau melemahkan batuan yang membentuk dinding kawah dan kepundan.

Tekanan serta energi letusan mampu membuat bagian-bagian tertentu dari struktur gunung retak, runtuh, atau terlempar bersama material erupsi.

Akibatnya, bentuk kawah setelah erupsi bisa berbeda dari sebelumnya. Dinding yang rusak juga membuat area di sekitar puncak menjadi lebih rentan mengalami perubahan.

3. Bagian Atas Gunung Dapat Mengalami Runtuhan

Ketika material dalam jumlah besar telah keluar dan penyangga di bawahnya berkurang, struktur di sekitar kawah dapat kehilangan kestabilannya. Bagian batuan yang berada di atas area tersebut kemudian bisa bergerak turun ke dalam.

Proses runtuhan ini dikenal sebagai collapse. Jika terjadi dalam skala besar, bagian puncak gunung yang runtuh dapat membuat ukuran cekungan menjadi jauh lebih luas dibandingkan kawah sebelumnya.

4. Terbentuk Cekungan Yang Jauh Lebih Besar

Jika runtuhan berlangsung sangat besar dan melibatkan area puncak yang luas, hasil akhirnya bukan lagi sekadar kawah yang melebar.

Struktur tersebut dapat berkembang menjadi kaldera, yaitu cekungan vulkanik berukuran besar yang terbentuk akibat runtuhnya bagian gunung setelah aktivitas erupsi yang sangat kuat.

Itulah penjelasan kenapa kawah gunung berapi bisa semakin besar setelah erupsi, perubahan tersebut menunjukkan bahwa sebuah letusan dapat mengubah wajah gunung secara signifikan. (shr)

Baca juga: Sejarah Erupsi Krakatau yang Masih Dikenang hingga Kini