Konten dari Pengguna

Sejarah Erupsi Krakatau yang Masih Dikenang hingga Kini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Erupsi Krakatau,Foto:Unsplash/Tetiana GRY
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Erupsi Krakatau,Foto:Unsplash/Tetiana GRY

Sejarah erupsi Krakatau menyimpan cerita tentang bencana alam yang begitu dahsyat pada masanya.

Bayangkan, letusan gunung api mampu mengubah suasana di sekitarnya dalam waktu singkat dan meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang yang menyaksikannya.

Sejarah Erupsi Krakatau, Bencana Alam yang Tak Terlupakan

Ilustrasi Sejarah Erupsi Krakatau,Foto:Unsplash/Ben Turnbull

Sejarah erupsi Krakatau menjadi salah satu catatan bencana alam paling dahsyat yang pernah terjadi.

Dikutip dari situs unair.ac.id peristiwa tersebut berlangsung pada 26–27 Agustus 1883 dan meninggalkan dampak yang begitu besar, bukan hanya bagi wilayah di sekitar Selat Sunda, tetapi juga dirasakan hingga berbagai belahan dunia.

Saat itu, Krakatau yang oleh masyarakat Barat dikenal dengan nama Krakatoa mengalami rangkaian letusan besar yang kemudian dikenang selama bertahun-tahun.

Besarnya energi yang dilepaskan dalam letusan Krakatau diperkirakan setara dengan sekitar 200 megaton TNT. Dahsyatnya letusan tersebut bahkan sering dibandingkan dengan ribuan kali kekuatan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945.

Material vulkanik berupa batu dan abu terlontar hingga ketinggian sekitar 25 kilometer. Suara ledakannya pun terdengar sangat jauh, bahkan dilaporkan mencapai wilayah yang berjarak sekitar 3.600 kilometer dari sumber letusan.

Dampak paling mematikan justru datang setelah ledakan besar tersebut. Letusan Krakatau memicu tsunami dahsyat yang menghantam kawasan pesisir di sekitar Selat Sunda.

Catatan pada masa pemerintahan Hindia Belanda menyebutkan bahwa sekitar 165 desa dan kota mengalami kehancuran. Lebih dari 36 ribu orang meninggal dunia, sementara banyak korban lainnya mengalami luka-luka.

Sebagian besar korban jiwa diketahui akibat gelombang tsunami yang menerjang pemukiman di pesisir.

Tidak berhenti sampai di situ, material letusan Gunung Krakatau juga menyebar ke atmosfer dalam jumlah yang sangat besar. Abu vulkanik membumbung tinggi dan mempengaruhi kondisi atmosfer dalam waktu yang cukup lama.

Dampaknya bahkan dikaitkan dengan perubahan warna langit dan matahari terbenam yang terlihat berbeda di sejumlah wilayah dunia.

Kesaksian para pelaut pada masa itu turut menggambarkan betapa mengerikannya suasana ketika Krakatau meletus. Kilatan listrik terlihat di sekitar awan letusan, sementara suara ledakan terdengar luar biasa keras.

Dahsyatnya bunyi tersebut bahkan dilaporkan menyebabkan gangguan pendengaran pada orang-orang yang berada cukup dekat dengan sumber letusan.

Itulah sejarah erupsi Krakatau tahun 1883 yang akhirnya menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah kebencanaan dunia.

Hingga kini, erupsi Krakatau masih dikenang sebagai pengingat bahwa aktivitas gunung api dapat membawa perubahan besar dalam waktu yang sangat singkat. (shr)

Baca juga: Asal Usul Gunung Krakatau dan Munculnya Anak Krakatau