Kenapa Kerupuk Bisa Melempem? Ini Penyebab dan Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa kerupuk bisa melempem? Padahal, saat baru digoreng atau baru dibuka dari kemasan, kerupuk biasanya memiliki tekstur yang renyah dan ringan ketika digigit.
Namun, setelah dibiarkan beberapa waktu, teksturnya bisa berubah menjadi kurang garing bahkan terasa alot. Perubahan ini tentu membuat kenikmatan kerupuk berkurang, terutama bagi yang menyukai sensasi kriuk saat menyantapnya.
Kenapa Kerupuk Bisa Melempem Saat akan Dimakan?
Kenapa kerupuk bisa melempem? Dikutip dari Jurnal Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Kerupuk Subtitusi Susu dan Tepung Tapioka dengan Metode Cair oleh Sri Haryati,dkk (2019) salah satu hal penting yang berkaitan dengan kerenyahan kerupuk adalah kadar air.
Kadar air disebut sebagai komponen penting pada bahan pangan karena dapat mempengaruhi sifat fisik, tekstur, rasa, kesegaran, hingga daya awet makanan.
Pada kerupuk, kadar air yang tinggi dapat membuat produk tersebut lebih mudah melempem.
Kerupuk yang renyah memiliki karakter tekstur yang berkaitan dengan kondisi kadar air di dalamnya.
Ketika kandungan air meningkat, tekstur yang sebelumnya garing dapat berubah. Inilah yang membuat kerupuk yang awalnya renyah lama-kelamaan terasa tidak lagi serenyah ketika pertama kali digoreng.
Kerenyahan kerupuk juga tidak terlepas dari proses penggorengan. Ketika kerupuk mentah terkena suhu tinggi, air yang masih terikat di dalam struktur bahan akan menguap.
Uap tersebut kemudian memberikan tekanan pada gel pati sehingga kerupuk mengembang dan membentuk rongga-rongga udara. Rongga inilah yang turut menghasilkan tekstur renyah pada kerupuk.
Saat kondisi kerupuk berubah dan kadar airnya meningkat, kerenyahan yang menjadi ciri khasnya juga dapat berkurang. Karena itu, kadar air menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan ketika membahas perubahan tekstur kerupuk.
Selain kadar air, tekstur kerupuk juga dipengaruhi oleh pati yang terdapat dalam bahan. Seperti tepung tapioka memiliki pati, termasuk amilopektin, yang berperan dalam daya kembang dan kerenyahan kerupuk.
Kenapa kerupuk bisa melempem mungkin terlihat sepele, tetapi perubahan tekstur ini cukup terasa ketika kerupuk disantap. Kerupuk yang renyah tentu lebih menggugah selera dibandingkan yang sudah kehilangan kerenyahannya. (shr)
Baca juga: Kenapa Kerupuk Mengembang Ketika Digoreng? Ini Penyebabnya