Konten dari Pengguna

Kenapa Kerupuk Mengembang Ketika Digoreng? Ini Penyebabnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa kerupuk mengembang ketika digoreng? . Foto: Unsplash/Zach Rowlandson
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa kerupuk mengembang ketika digoreng? . Foto: Unsplash/Zach Rowlandson

Kenapa kerupuk mengembang ketika digoreng? terlihat dari perubahan bentuk kerupuk mentah yang cukup mencolok setelah terkena panas. Sebelum dimasak, kerupuk biasanya berbentuk tipis, keras, dan belum memiliki tekstur renyah seperti saat disajikan.

Begitu dimasukkan ke dalam media panas, ukurannya membesar hingga beberapa kali lipat. Permukaannya pun berubah menjadi lebih berongga dan terasa ringan ketika dimakan.

Perubahan tersebut terjadi karena ada proses di dalam kerupuk saat menerima panas. Kandungan air dan bahan penyusun adonan menjadi bagian penting yang membuat kerupuk dapat mengembang dengan cepat.

Kenapa Kerupuk Mengembang Ketika Digoreng?

Ilustrasi Kenapa kerupuk mengembang ketika digoreng? . Foto: Unsplash/CHUTTERSNAP

Kenapa kerupuk mengembang ketika digoreng? Dikutip dari laman rri.co.id, ketika kerupuk mendapatkan panas, air yang terdapat di dalamnya akan berubah menjadi uap.

Kerupuk dibuat melalui beberapa tahapan sebelum siap dimasak. Adonan yang sudah dibentuk perlu dikukus, kemudian diiris dan dikeringkan. Pada tahap pengeringan, kadar air memang berkurang, tetapi tidak berarti seluruh air hilang dari kerupuk.

Ketika kerupuk yang sudah kering terkena panas, sisa air di dalamnya berubah menjadi uap. Tekanan uap inilah yang membuat bagian dalam kerupuk terdorong dan menghasilkan bentuk yang lebih besar.

Bahan penyusun adonan juga ikut menentukan kemampuan kerupuk untuk mengembang. Salah satunya adalah pati yang banyak digunakan dalam pembuatan kerupuk. Ketika mendapat panas, pati dan air mengalami perubahan yang membantu membentuk tekstur kerupuk.

Struktur tersebut kemudian memungkinkan kerupuk mengembang ketika air di dalamnya berubah menjadi uap. Karena itu, kerupuk yang dibuat dengan komposisi dan proses berbeda dapat menghasilkan tingkat pengembangan yang tidak sama.

Setelah ukurannya membesar, proses pemanasan membuat air di dalam kerupuk semakin banyak menguap. Bagian dalam kerupuk yang sebelumnya padat akhirnya memiliki banyak rongga udara.

Kondisi tersebut membuat kerupuk matang terasa ringan dan renyah ketika digigit. Perubahan tekstur inilah yang membedakan kerupuk mentah dengan kerupuk yang sudah siap disajikan.(Fufah)

Baca juga: Mengapa Beberapa Gedung Tanpa Lantai 4? Simak Faktanya di Sini