Konten dari Pengguna

Kenapa Langit Bisa Menjadi Gelap Saat Gunung Meletus? Ini Jawabannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa Langit Bisa Menjadi Gelap Saat Gunung Meletus. Unsplash.com/Tetiana GRY
zoom-in-whitePerbesar
Kenapa Langit Bisa Menjadi Gelap Saat Gunung Meletus. Unsplash.com/Tetiana GRY

Kenapa langit bisa menjadi gelap saat gunung meletus? Langit yang tiba-tiba berubah gelap ketika gunung berapi meletus tentu sangat mengagetkan. Hal ini bukan karena matahari benar-benar mati atau malam datang lebih cepat.

Penyebab utama fenomena ini adalah awan abu vulkanik dan partikel-partikel yang sangat kecil di atmosfer menghalangi dan menyebarkan cahaya Matahari.

Faktor yang Memengaruhi Kenapa Langit Bisa Menjadi Gelap Saat Gunung Meletus

Kenapa Langit Bisa Menjadi Gelap Saat Gunung Meletus. Unsplash.com/Marc Szeglat

Kenapa langit bisa menjadi gelap saat gunung meletus? Berdasarkan penjelasan U.S. Geological Survey (USGS), saat letusan eksplosif terjadi, gunung menyemburkan abu dan material vulkanik dalam jumlah sangat besar ke atmosfer.

Awan abu menjadi begitu padat hingga hampir seluruh cahaya Matahari terhalang. Dalam kondisi ekstrem ini, siang hari dapat berubah menjadi kegelapan pekat sehingga menyulitkan penglihatan mata.

1. Abu Vulkanik Seperti Halnya Tirai Raksasa

Dikutip dari science.nasa.gov, abu vulkanik terdiri atas partikel-partikel sangat kecil yang bentuknya seperti pecahan batuan dan kaca vulkanik. Saat jumlahnya sangat banyak dan terkonsentrasi di udara, partikel tersebut berpotensi menghalangi cahaya Matahari.

Ibaratnya Matahari sebagai lampu yang sangat terang dan awan abu sebagai tirai tebal nan besar di depannya. Semakin tebal tirainya, maka akan semakin sedikit cahaya matahari yang mencapai permukaan Bumi.

Itu sebabnya, daerah yang berada tepat di bawah atau dekat dengan awan abu akan mengalami perubahan dari terang menjadi kelabu, cokelat, hingga gelap total meskipun sebenarnya masih siang.

2. Adanya Gas Vulkanik yang Memantulkan Cahaya Matahari

Letusan gunung api juga dapat melepaskan gas seperti sulfur dioksida (SO₂). Di atmosfer, SO₂ dapat mengalami reaksi kimia dan menghasilkan partikel aerosol sulfat yang begitu kecil.

Partikel ini dapat menyebarkan dan memantulkan cahaya Matahari, sehingga cahaya yang mencapai permukaan Bumi menjadi berkurang.

Inilah yang membuat letusan besar gunung api dapat menghasilkan langit yang tampak berkabut, pucat, kekuningan, atau kemerahan sebelum akhirnya menjadi sangat redup.

3. Letusan Besar Menyebabkan Siang Tampak Seperti Malam Hari

Letusan eksplosif dapat menghasilkan kolom abu yang naik hingga lebih dari 9 kilometer dalam hitungan menit saja. Awan tersebut kemudian akan menyebar di angkasa mengikuti angin.

Kenapa langit bisa menjadi gelap saat gunung meletus? Karena atmosfer sedang dipenuhi material vulkanik yang efektif menghalangi cahaya Matahari ke Bumi. Hal ini berdampak pada kualitas udara, dunia penerbangan, cuaca, serta iklim global. (Aya)

Baca juga: Mengapa Gunung Berapi Bisa Meletus? Pelajari Fenomena Alam di Sini